Hutan gugur ini terletak di 30 derajat hingga 40 derajat lintang utara (LU) dan lintang selatan (LS), dengan wilayah beriklim sedang. Contohnya ada di Amerika Serikat bagian timur, Asia Tengah, serta Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang
3. Taiga

Taiga bukanlah kata atau bahasa pergaulan, melainkan dari bahasa Rusia yang berarti hutan. Taiga adalah jenis hutan yang terdiri dari satu spesies yang daunnya menyerupai jarum. Pohon taiga terdiri dari pinus, cemara, dan spruce.
Seperti halnya hutan gugur, taiga juga hutan yang mendapat 4 musim. Namun, periode musim gugur dan seminya sangat sebentar, sementara musim dinginnya terbilang panjang.
Ketika musim dingin, air tanah di taiga bahkan bisa berubah menjadi es. Seperti asal namanya, bioma hutan taiga banyak ditemukan di kawasan beriklim subartik, seperti wilayah Skandinavia dan Rusia Timur.

Seperti namanya, ini berarti bioma yang dimaksud dengan wilayah yang dipenuhi padang rumput yang luas. Padang rumput juga sering disebut sebagai stepa.
Curah hujan di padang rumput tergolong lebih rendah dibanding taiga, yakni hanya 250 hingga 500 milimeter per tahun.
Kondisi tanahnya yang mempunyai porositas tinggi membuat tanaman sulit mendapatkan air. Alhasil, tanahnya menjadi tandus dan tidak subur.
- Fakta Menarik Kepulauan Sangihe
Baca Juga
Menariknya, satu-satunya tumbuhan yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan seperti ini adalah rumput, maka terjadilah padang rumput.
Hewan-hewan yang ada di padang rumput umumnya berjenis herbivora. Seperti misalnya zebra, bison, dan kanguru. Padang rumput ini banyak ditemukan di wilayah Afrika, Australia, dan Amerika.
5. Sabana
![Sabana Bekol Taman Nasional (TN) Baluran. [Suara.com/Ahmad Su'udi]](https://media.suara.com/pictures/original/2020/02/11/55333-sabana-bekol-taman-nasional-tn-baluran.jpg)
Sabana merupakan bioma yang dipenuhi semak belukar dan pohon. Daerahnya tergolong panas sepanjang tahun dengan curah hujan mendapai 900 hingga 1500 milimeter per tahun.
Adapun pembeda sabana dan padang rumput, yakni adanya pepohonan besar. Sabana berbeda dengan padang rumput yang membuat pohon besar tidak bisa tumbuh.
Contoh perburuan rusa oleh singa sering terjadi di bioma sabana. Adapun sabana yang ada di Indonesia, contohnya Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
Satu hal yang unik adalah, sabana dapat berubah menjadi hutan basah belukar jika terbentuk di daerah yang intensitas curah hujannya tinggi.
6. Gurun

Gurun adalah bioma yang sangat kering, dengan curah hujan di bawah 250 milimeter per tahun.
Uniknya, gurun cenderung punya cuaca yang ekstrem, yakni sangat panas di siang hari, tetapi sangat dingin di malam hari. Kelembapan di daerah gurun juga sangat rendah dan tanahnya sangat tandus karena tidak bisa menyimpan air.
Tumbuhan yang tumbuh di gurun sangat sedikit karena tidak banyak jenis tumbuhan yang bisa bertahan hidup.
Contoh tumbuhan yang bisa bertahan adalah kaktus. Gurun banyak terdapat di wilayah Asia Barat, Afrika Utara, dan Australia.
7. Tundra

Tundra adalah bioma yang paling beda dibandingkan 6 bioma lain. Tundra berasal dari kata Finlandia “tunturi” yang berarti 'dataran tanpa pohon', karena tidak ada satupun tumbuhan di sana.
Tundra terletak di lingkar artik dan Greenland, di belahan bumi utara yang sangat dingin. Berhubung suhu dan curah hujannya sangat rendah, wilayah di tundra memiliki musim tumbuh dan nutrisi yang buruk. Nutrisi utamanya adalah nitrogen dan fosfor.
Akibat tundra terlalu dingin sebagai tempat hidup pohon, maka tumbuhan yang hidup di sini hanyalah semak pendek, ganggang, serta lumut-lumutan. Hewannya pun terbatas oleh hewan-hewan yang cukup kuat tinggal di suhu ekstrem dingin, seperti beruang kutub, kambing gunung, dan rubah arktik.