2. Sinopsis
Sinopsis adalah singkatan cerita yang akan dikembangkan menjadi skenario. Pada umumnya sinopsis ditulis semenarik mungkin, dengan maksud menggoda pembacanya untuk membaca skenario dari sinopsis tersebut. Panjang sinopsis biasanya dari setengah sampai 2 halaman.

3. Karakter
Karakter atau tokoh merupakan salah satu unsur terpenting dalam skenario. Sama halnya dalam cerpen maupun novel.
Akan tetapi dalam skenario karakter harus lebih dikembangkan secara lebih rinci. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut.
Perincian karakter dalam skenario biasanya meliputi nama peran, jenis kelamin, usia, ciri-ciri fisik, sifat atau perilaku, pendidikan, kebiasaan, hubungan dengan karakter lain, dan sebagainya.
4. Plot
Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario sebagaimana dalam penulisan novel maupun cerpen.
Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah.
Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu, akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario.
5. Outline
Outline adalah susunan urutan adegan-adegan secara lebih rinci. Jadi bisa dikatakan bahwa hotline adalah penjabaran dari plot.
6. Scene
Scene atau scene heading merupakan informasi tentang adegan. Scene heading umumnya terdiri dari nomor scene, INT/EXT, lokasi adegan dan waktu adegan.
INT atau singkatan dari interior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan. Sedangkan EXT atau singkatan dari eksterior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan diluar ruangan
7. Action
Action atau aksi adalah keterangan mengenai kejadian dalam setiap scene atau adegan yang merupakan penjabaran dari outline yang sudah dibuat sebelumnya.
8. Dialog dan parenthetical
Dialog adalah kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam adegan. Sedangkan parenthetical adalah bentuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog.
Misalnya emosi sedih menangis tersenyum tertawa dan sebagainya.
Adapun dialog yang mengiringi perjalanan scene, yang menunjukkan suara hati atau pikiran dari karakter tanpa melafalkan dialog digunakan istilah voice over (V.O)
Sedangkan dialog tanpa menampilkan karakter dalam adegan digunakan istilah off screen (O.S).