6 Langkah Olah Daging Kurban Jadi Santapan yang Lebih Sehat

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 20 Juli 2021 | 14:41 WIB
6 Langkah Olah Daging Kurban Jadi Santapan yang Lebih Sehat
Cara memasak daging kurban lebih sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Makan daging menjadi kebiasaan umum umat Muslim saat perayaan Iduladha. Beragam jenis masakan berbahan dasar daging kurban dibuat dan disajikan, mulai dari rendang, sate, gulai, atau sekadar digoreng untuk disantap dengan nasi panas.

Akan tetapi pada beberapa orang, mengonsumsi daging merah bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Dikutip dari Alo Dokter, daging merah sebenarnya merupakan sumber protein, zat besi, vitamin, serta mineral yang baik bagi tubuh. Namun bila terlalu banyak dikonsumsi, daging merah justru bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan. 

Banyak penyakit yang bisa muncul akibat sering mengonsumsi daging merah, antara lain kanker usus besar, kanker pankreas, kanker payudara, penyakit jantung, dan diabetes.

Bukan hanya seberapa banyak konsumsi daging, tapi cara pengolahan juga sangat berpengaruh terhadap kadar nutrisi yang bisa masuk ke dalam tubuh.

Karena itu, dilansir dari Saudi German Health, berikut enam tips mengonsumsi daging merah dengan sehat.

1. Buang lemak sebanyak mungkin sebelum memasak daging.

2. Daging rebus lebih sehat daripada daging goreng. Kombinasi lemak dan protein dalam makanan yang sama membuat sulit untuk dicerna dan menyebabkan banyak gejala GIT seperti, gangguan pencernaan, jantung terbakar, juga mual.

3. Tambah sayuran dalam olahan daging. Seperti, kentang, wortel, kacang polong, maupun brokoli. Sayuran punya peran penting untuk pencernaan yang sehat dan penyerapan lemak.

baca juga

4. Sebaiknya pilih bagian yang mengandung sedikit lemak dibandingkan bagian lainnya. Misalnya bagian leher dan paha.

5. Daging panggang memang lebih sehat untuk tubuh. Tetapi juga harus meminimalkan ukuran potongan daging untuk membatasi waktu paparan panas.
Lemak pada daging juga harus dihilangkan untuk menghindari jatuh di atas bara dan mencegah pembentukan zat berbahaya.

Disarankan untuk membumbui daging dengan menambahkan cuka dan lemon sebelum dipanggang untuk mengurangi pembentukan zat berbahaya tersebut.

6. Hindari konsumsi daging yang berlebihan agar tidak menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti asam urat, penyakit kardiovaskular, peningkatan kadar kolesterol, dan lainnya. Rata-rata konsumsi daging tidak boleh melebihi 75-100 gram setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Daging Kurban di Sukoharjo Ditemukan Cacing Hati, Apakah Bisa Dikonsumsi?

Duh! Daging Kurban di Sukoharjo Ditemukan Cacing Hati, Apakah Bisa Dikonsumsi?

Surakarta | Selasa, 20 Juli 2021 | 14:30 WIB

3 Rekomendasi Olahan Daging Kurban Praktis dari Chef Juna

3 Rekomendasi Olahan Daging Kurban Praktis dari Chef Juna

Kalbar | Selasa, 20 Juli 2021 | 14:27 WIB

Awas! Terlalu Banyak Makan Daging Kurban Bisa Kena Kanker, Ini Penjelasannya

Awas! Terlalu Banyak Makan Daging Kurban Bisa Kena Kanker, Ini Penjelasannya

Surakarta | Selasa, 20 Juli 2021 | 14:18 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×