alexametrics

Jenis Video yang Paling Banyak Dicari dan Ditonton Warganet Selama PPKM Darurat

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Jenis Video yang Paling Banyak Dicari dan Ditonton Warganet Selama PPKM Darurat
Ilustrasi Belajar Online (Pixabay)

Alih-alih mengikuti les atau kursus tambahan, justru banyak murid atau mahasiswa yang menjadikan mesin pencari Google dan YouTube sebagai pembelajaran.

Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 melanda, semakin banyak orang sadar jika ilmu pengetahuan tidak melulu didapat di sekolah, tapi bisa melalui video konten edukasi di berbagai platform media sosial YouTube, Instagram ataupun TikTok.

Dikatakan Co-Founder & Business Director Kok Bisa - Sebastian, ada peningkatan jumlah tontonan video edukasi yang diminati selama Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, khususnya yang berkaitan dengan urusan akademi atau pelajaran sekolah.

"Terkait misalkan belajar matematika atau fisika, dan next stepnya. Hal-hal yang berkaitan dengan akademis itu minat atau permintaannya banyak banget," ujar Sebastian dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Sebastian menambahkan, alih-alih mengikuti les atau kursus tambahan, justru banyak murid atau mahasiswa yang menjadikan mesin pencari Google dan YouTube sebagai pembelajaran instan.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Pos Penyekatan Tol Bekasi Barat Terpantau Sepi

"Kalau mumet, cari gimana menghitung phytagoras. Ketika soal susah, di-copy paste di Google dan ketemu jawabannya," jelas Sebastian.

Sedangkan untuk konten di YouTube, video edukasi yang banyak dicari ialah konten advokasi atau yang bersifat praktik. Contohnya cara memperbaiki mesin kendaraan, cara memasak dan lain sebagainya.

Sehingga kesimpulannya konten yang paling banyak dicari adalah video yang membahas akademis (pelajaran) dan teknik membuat atau memperbaiki barang tertentu (advokasi).

"Secara buktinya banyak orang tiba-tiba jadi tukang masak, Banyak orang tiba-tiba suka bercocok tanam dan jadi yang paling tinggi sebenarnya, yang paling banyak ditonton," jelas Sebastian.

Baca Juga: PPKM Darurat Berakhir, Bukittinggi Tunggu Perintah Pusat