alexametrics

Masa Pandemi, Masyarakat Tak Lagi Suka Wisata Long Weekend

Fabiola Febrinastri
Masa Pandemi, Masyarakat Tak Lagi Suka Wisata Long Weekend
Ilustrasi wisata alam. (Sumber: Shutterstock)

Sebanyak 82 persen responden mengatakan lebih memilih akomodasi yang telah mendapat sertifikat CHSE

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 yang digelar pemerintah bagi masyarakat membuat dunia pariwisata kembali bergairah. Namun di saat pandemi masih berlangsung seperti saat ini, masyarakat cenderung menghindari liburan di saat long weekend.

Kini paradigma sebagian besar masyarakat tentang liburan berubah. Mereka lebih memilih lokasi wisata yang memperhatikan cleanliness, healthiness, safety, environment (CHSE), atau konsep wisata outdoor seperti desa wisata.

Hal ini diungkapkan Secretary General PHRI, Maulana Yusran, dalam Industry Outlook 2nd Semester 2021, Jakarta, Rabu (29/7/2021).

"Hotel-hotel yang berada di wilayah hijau, seperti Labuan Bajo menjadi lebih menarik. Sebaliknya, hotel regular sedikit berdampak dan harus menyiapkan strategi lain, seperti staycation, tempat isoman dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Destinasi Wisata Unggulan The Mandalika Makin Berbenah, Siap Jadi Bali Baru

Kondisi ini sesuai dengan hasil riset Inventure-Alvara yang menyatakan, setelah divaksin, sebanyak 82 persen responden mengatakan lebih memilih akomodasi yang telah mendapat sertifikat CHSE. Sebaliknya, 83,1 persen responden menyatakan setuju lebih memilih berwisata ke desa wisata di masa dan pasca pandemi, karena karena relatif aman.

Menurut Inventure-Alvara, sebanyak 70,9 persen responden menyatakan menghindari wisata di saat long weekend, bahkan setelah mereka divaksin.

Maulana mengatakan, kunci pertumbuhan pariwisata adalah vaksinasi dan perubahan perilaku masyarakat terkait protokol kesehatan. Jika keduanya simultan dilakukan, maka industri pariwisata dapat segera pulih.