Jelang HUT RI ke-76, Mengingat Kembali Masa Penjajahan Belanda dan Jepang

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 16 Agustus 2021 | 09:02 WIB
Jelang HUT RI ke-76, Mengingat Kembali Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
Ilustrasi perbudakan di era Kolonialisme.[Anadolu Agency]

Pribumi yang sebelumnya birokrat harus tunduk kepada kompeni-kompeni ini. Para raja dan bupati, harus lengser karena sistemnya diubah. Kolonial lebih memilih gubernur jenderal, residen, bupati dalam sistem pemerintahannya.

Sisi baiknya, kaum pribumi yang selama ini terkotak-kotak oleh kerajaan, kini mulai bersatu sedikit demi sedikit, disatukan dalam identitas bernama Indonesia.

Masa penjajahan Jepang
Meskipun sama-sama datang dengan tujuan menguasai Indonesia, Jepang terkenal lebih kejam dibandingkan para Koloni. Dari awal kedatangannya, Jepang menggunakan strategi licik yaitu propaganda.

Jepang berpura-pura menjadi juru selamat bagi negara-negara di Asia. Slogannya adalah 3A: Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia.

Terbayang masa-masa kelam itu, ketika kaum pribumi mulai curiga dengan tingkah laku Jepang, mereka tinggal tutup mulut kita.

Perbedaan lain antara Kolonial dan Jepang adalah, Jepang sangat bernafsu untuk memasukkan budayanya ke Indonesia. Seikirei, sebagai kebiasaan orang Jepang untuk membungkukkan badan, dipaksakan kepada rakyat Indonesia untuk menghormati kaisar Jepang (saat itu dijabat oleh Michinomiya Hirohito), yang dianggap keturunan Dewi Matahari.

Untuk masalah membungkuk ini, Jepang sangat ketat. Rakyat saat itu diminta melakukan seikirei dengan sepenuh hati. Dalam Memoar Perempuan Revolusioner (2006:47), dimengatakan bahwa orang yang ketahuan membungkuk kurang dalam akan ditampar.

Upaya pemasukan budaya Jepang memang sangat kental. Anak-anak sekolah juga harus menyanyikan Kimigayo, harus menghormati bendera Hinomaru.

Jepang juga mengeruk sumber daya alam yang ada. Lahan-lahan perkebunan yang sebelumnya dibuat oleh Belanda, kini diganti menjadi lahan pertanian.

baca juga

Beda dengan masa penjajahan Belanda, pada masa Jepang lahan pertanian dipakai untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan Belanda yang bisa diekspor sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Perintah pembayaran pajak yang tinggi juga diterapkan oleh Jepang. Alhasil, banyak penduduk yang terpaksa mengenakan baju dari karung goni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FREEDOM! 10 Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan HUT Ke-76 RI versi Bahasa Inggris

FREEDOM! 10 Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan HUT Ke-76 RI versi Bahasa Inggris

Bekaci | Senin, 16 Agustus 2021 | 09:00 WIB

LENGKAP! Isi Teks Proklamasi: Sejarah, Perumusan dan Arti Penting

LENGKAP! Isi Teks Proklamasi: Sejarah, Perumusan dan Arti Penting

Bekaci | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:10 WIB

10 Kata Bijak Hari Kemerdekaan Indonesia di Masa Pandemi COVID-19, Tetap Semangat!

10 Kata Bijak Hari Kemerdekaan Indonesia di Masa Pandemi COVID-19, Tetap Semangat!

Bekaci | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:05 WIB

Terkini

4 Sabun Cuci Muka Garnier Low pH untuk Kulit Sensitif Perempuan

4 Sabun Cuci Muka Garnier Low pH untuk Kulit Sensitif Perempuan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:00 WIB

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:16 WIB

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:02 WIB

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 20:04 WIB

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 19:10 WIB

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:48 WIB

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:39 WIB

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:20 WIB

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:35 WIB

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

×