alexametrics

Ini yang Menyebabkan Pewarnaan Rambut Tidak Sesuai Ekspektasi

Vania Rossa
Ini yang Menyebabkan Pewarnaan Rambut Tidak Sesuai Ekspektasi
Ilustrasi pewarnaan rambut. (Shutterstock)

Walaupun langkah danproses pewarnaan rambut sudah betul, tidak dapat menjamin bahwa hasil akhir pewarnaan rambut akan sesuai.

Suara.com - Buat kamu yang suka mengganti warna rambut, pernahkah kamu mengalami pewarnaan rambut yang tidak sesuai ekspektasi? Kamu mungkin bingung mengapa hal ini bisa terjadi, dan akhirnya selalu ragu setiap kali hendak melakukan pewarnaan rambut.

Faktanya, 57% konsumen khawatir rambut mereka patah karena proses pewarnaan rambut, dan sekitar 39% konsumen juga mengutarakan bahwa mereka menginginkan warna rambut yang tahan lama dan sesuai ekspektasi.

L’Oréal Research Department bekerjasama dengan Universitas Ioannina selama bertahun-tahun untuk menemukan penyebab hasil pewarnaan rambut yang tidak sesuai ekspektasi. Dan salah satu penyebabnya adalah tingginya kandungan metal pada rambut. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi hasil akhir pewarnaan adalah perbedaan warna di setiap rambut individu hingga kondisi serat rambut.

Leïla Hercouet, Senior Research Associate Disruptive Innovation Department, L’Oréal, memaparkan, “Melalui kolaborasi riset dengan Universitas Ioannina , L’Oréal Research and Innovation berhasil mengidentifikasi bahwa tingginya kandungan metal dalam serat rambut menyebabkan kerusakan dan hasil pewarnaan balayage, dan/atau lightening yang tidak sesuai ekspektasi.”

Baca Juga: Mau Mewarnai Rambut? Ini Warna Rambut yang Cocok Berdasarkan Zodiak

Kandungan kandungan metal pada rambut sangat bergantung pada tingkat porositas rambut dan juga kualitas air tempat kita tinggal. Air terbersih pun, baik di dalam kamar mandi atau di salon, masih dapat mengandung metal tinggi. Hal ini karena aliran air mengikis logam pada pipa, sehingga partikel metal menumpuk di dalam serat rambut.

Disebutkan bahwa semakin tinggi kandungan metal di serat rambut, maka semakin tinggi pula peluang rambut patah dan hasil warna yang tidak sesuai ekspektasi.

Lebih lanjut, kolaborasi riset ini juga berhasil menganalisis dan memetakan kandungan metal dalam rambut di dunia. Secara spesifik di Indonesia, ditemukan bahwa sebanyak 67% masyarakat Indonesia memiliki kandungan metal tinggi dalam serat rambut.

Lie Kuang, Owner Lie Kuang Co. Innovative Salon, L’Oréal Professionnel Ambassador, mengakui bahwa proses pewarnaan sangat menantang terutama ketika hasil pewarnaan tidak sesuai ekspektasi.

“Walaupun langkah dan upaya yang kita lakukan sudah betul, kita tidak dapat menjamin bahwa hasil akhir pewarnaan rambut akan sesuai. Sekarang kita sudah ketahui penyebab permasalahan ini apa, dan berharap ada solusi inovatif untuk memberikan hasil pewarnaan yang optimal,” katanyam mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

Baca Juga: Wanita Ini Kapok Mengecat Rambut, Wajah Bengkak Mirip Alien karena Lupa Tes Alergi

Pada akhirnya, kolaborasi riset ini berhasil mengidentifikasi molekul yang tepat untuk menetralisir surplus kandungan metal tinggi yang mengakibatkan rambut patah, yaitu Glicoamine. Zat aktif ini berukuran cukup kecil sehingga bisa masuk ke dalam serat rambut untuk mengikat sekaligus menetralkan logam di dalam serat rambut.

Komentar