Jadi Traveler Bijak: Ikuti 7 Tips Ini Biar Liburanmu Ramah Lingkungan!

M. Reza Sulaiman

Selasa, 17 Maret 2026 | 11:31 WIB
Jadi Traveler Bijak: Ikuti 7 Tips Ini Biar Liburanmu Ramah Lingkungan!
Ilustrasi green travel (Pinterest/Meryem)

Suara.com - Liburan adalah cara yang tepat untuk melepas penat. Namun tanpa disadari, aktivitas ini ternyata meninggalkan jejak karbon yang lumayan besar bagi planet kita.

Industri pariwisata sendiri menyumbang sekitar 8% dari total emisi karbon dunia. Oleh karena itu, konsep green travel atau wisata hijau pada akhirnya adalah pilihan yang tepat sebagai solusi bagi Anda yang rindu berwisata.

Apa Itu Green Travel?

Environment Program Manager di Sustainable Hospitality, Anna Dacam mengatakan bahwa green travel atau wisata hijau adalah perjalanan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan wisata konvensional. Fokus utamanya adalah untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam semaksimal mungkin, mulai dari pengurangan jejak karbon, penggunaan air, hingga limbah.

Konsep green travel bertujuan agar manusia bisa menikmati perjalanan tanpa merusak lingkungan dan memastikan destinasi tetap indah untuk generasi mendatang.

Berikut 7 tips dari pakar yang bisa Anda ikuti untuk melakukan green travel ketika liburan:

1. Riset Mendalam dan Perencanaan yang Matang

Langkah pertama dimulai sejak sebelum Anda berangkat. Rencanakan perjalanan sejak jauh-jauh hari agar Anda bisa mempelajari opsi akomodasi, transportasi, dan makanan yang paling minim dampak negatifnya.

Anda bisa memilih agen tur atau hotel yang memiliki misi keberlanjutan nyata dalam operasional mereka.

baca juga

2. Waspadai Greenwashing

Jangan mudah tergiur dengan label "ramah lingkungan". Anna Dacam memperingatkan wisatawan untuk selalu waspada terhadap praktik greenwashing. Sering kali suatu perusahaan berusaha mengaku-ngaku menawarkan peralatan ramah lingkungan padahal nyatanya tidak didukung dengan tindakan.

3. Berpikir dan Bertindak Lokal

Theresa Jackson dari Enlightened Journeys Travel menyarankan untuk menjelajahi satu wilayah secara mendalam, daripada terlalu sering berpindah-pindah tempat. Ini dapat dilakukan dengan memprioritaskan restoran yang menggunakan bahan lokal dan memilih agen tur yang mempromosikan pertukaran budaya.

Pastikan uang yang Anda keluarkan itu dapat tersalurkan langsung ke masyarakat lokal untuk membantu pendanaan konservasi dan pemulihan habitat.

4. Perhatikan Isi Tas dan Barang Bawaan

Founder New Climate Culture, Eloisa Lewis menyarankan untuk mengecek kembali isi tas yang Anda bawa. Hindari barang sekali pakai dan beralihlah ke produk yang dapat digunakan kembali (reusable) atau yang mudah terurai secara alami.

Contohnya untuk peralatan makan, bawalah alat makan sendiri untuk menghindari plastik sekali pakai. Penulis sekaligus sustainable travel expert, Sarah Reid juga menyarankan untuk membawa water-purifying device atau alat pemurnian air sendiri daripada terus membeli air mineral kemasan botol plastik. Atau lebih simpelnya membawa air minum sendiri dari rumah.

5. Pilih Aktivitas Rendah Emisi

Pilihlah kegiatan yang sangat sedikit meninggalkan jejak karbon. Aktivitas yang disarankan adalah mendaki gunung, bersepeda, atau bermain kayak.

6. Pertimbangkan Moda Transportasi

Pesawat dan mobil pribadi adalah penyumbang emisi terbesar. Jika harus menggunakan pesawat, maka pilihlah penerbangan langsung untuk mengurangi emisi saat lepas landas dan mendarat. Selain itu, pilih juga kelas ekonomi, karena emisinya 3 kali lebih kecil dibandingkan kelas bisnis.

7. Jangan Menyia-nyiakan Makanan

Pesanlah makanan secukupnya dan habiskan, karena proses panjang makanan dari kebun hingga ke meja makan itu menghasilkan jejak karbon yang sangat besar. Pakar juga menyarankan untuk menyewa peralatan berlibur daripada membeli baru yang nantinya hanya akan menumpuk di rumah.

Wisata hijau tidak membatasi kesenangan, justru ini menjadi bentuk rasa syukur dan tanggung jawab kita terhadap keindahan alam. Selamat merencanakan perjalanan yang bermakna untuk libur panjang nanti!

"Saran saya adalah mempertimbangkan destinasi yang kita kunjungi dengan sebaik mungkin sebagai tempat yang kita harapkan dapat dikunjungi oleh generasi mendatang," kata Director Center for Sustainable Tourism Arizona State University, Kelly Bricker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:34 WIB

Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang

Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:54 WIB

Ketimpangan Karbon: Mengapa Gaya Hidup Si Kaya Adalah Ancaman Terbesar Bumi?

Ketimpangan Karbon: Mengapa Gaya Hidup Si Kaya Adalah Ancaman Terbesar Bumi?

Lifestyle | Minggu, 15 Maret 2026 | 08:15 WIB

4 Acne Spot Penyelamat Kulit Sehat Bebas Jerawat Sebelum Lebaran Idulfitri

4 Acne Spot Penyelamat Kulit Sehat Bebas Jerawat Sebelum Lebaran Idulfitri

Your Say | Minggu, 15 Maret 2026 | 07:40 WIB

Eco Funeral: Solusi Atasi Jejak Karbon Pada Prosesi Pemakaman

Eco Funeral: Solusi Atasi Jejak Karbon Pada Prosesi Pemakaman

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:46 WIB

Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?

Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:47 WIB

Terkini

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:37 WIB

Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini

Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:36 WIB

Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur

Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:34 WIB

Misterius, Nusron Wahid Menghilang Usai Empat Orang Dekat Ditangkap KPK

Misterius, Nusron Wahid Menghilang Usai Empat Orang Dekat Ditangkap KPK

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:33 WIB

Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 11:32 WIB

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Mengering dan Mengeras di Bagian Pinggir? Ini Penyebabnya

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Mengering dan Mengeras di Bagian Pinggir? Ini Penyebabnya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:30 WIB

Rela Bawa Rantang ke Restoran, Luna Maya Ungkap Gaya Hidup Agar Lebih Ramah Lingkungan

Rela Bawa Rantang ke Restoran, Luna Maya Ungkap Gaya Hidup Agar Lebih Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:30 WIB

Lewat Web Series Penghuni Rumah Warisan, SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Lewat Web Series Penghuni Rumah Warisan, SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:28 WIB

Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:26 WIB

Panik di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang: Tas Penumpang Tiba-tiba Berasap Pekat, Ini Penyebabnya!

Panik di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang: Tas Penumpang Tiba-tiba Berasap Pekat, Ini Penyebabnya!

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:25 WIB

×