alexametrics

Gelar Lapak Kopi di Pinggir Jalan, Video Pemuda Ini Tuai Perdebatan

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna
Gelar Lapak Kopi di Pinggir Jalan, Video Pemuda Ini Tuai Perdebatan
Ilustrasi Kopi. (Unsplash @johnschno)

Keberadaan lapak kopi di tempat yang tak biasa ini menimbulkan perdebatan di tengah warganet. Ada yang setuju, namun juga memberikan saran karena khawatir.

Suara.com - Kedai kopi menjadi salah satu usaha kuliner yang kerap dipilih anak muda. Umumnya, kedai kopi dibuka di lokasi yang strategis atau ramai dilewati orang.

Kedai kopi itu juga umumnya dibuka di ruko, bangunan, atau rumah. Namun seorang pria muda membuka usaha kopi sederhana di tempat yang tak biasa. Hal ini ia bagikan melalui akun TikTok @olivrsykes.

Ia membuka lapak kopi ini di trotoar jalan. Meski demikian lapak kopi itu bukan yang bersifat permanen.

Saat akan buka di sore hari, ia akan menata meja dan kursi di atas trotoar tersebut. Meja dan kursi yang ia gunakan pun dapat dilipat untuk memudahkan proses pengangkutan.

Baca Juga: Bikin Latte Art di Acian Semen, Mantan Barista yang Kini Jadi Kuli Ini Buat Kagum

Ia membawa peralatan untuk membuat kopi dan minuman lainnya di bagasi mobil. Peralatan seperti mesin pembuat kopi berukuran kecil, bahan-bahan pembuat minuman, termos air, gelas plastik, dan lainnya memenuhi bagian belakang mobil tersebut.

Kedai kopi di trotoar (TikTok @olivrsykes)
Lapak kopi di trotoar (TikTok @olivrsykes)

Saat hari mulai malam, para pelanggan akan datang memenuhi tempat tersebut. Tepi jalanan yang semula kosong juga diberi lampu temaram untuk menerangi pelanggan.

Tak hanya sekedar menyajikan minuman, tampak penampilan band atau live music untuk menghibur para pelanggan. Meski demikian, rupanya keberadaan lapak kopi yang ada di trotoar ini menuai perdebatan.

Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

"Bagus banget sih, tapi saran aja kalau dilihat dari tingkat keamanan masih sangat kurang karena sangat dekat dengan jalan juga polusi. Dan itu adalah trotoar," komentar seorang warganet.

Baca Juga: Viral Video Pegawai Diminta Ikhlas Beban Kerja Setara Rp 10 Juta tapi Dibayar Rp 3 Juta

Warganet lain ikut berkomentar. "Konsepnya bagus, cuma kasihan pejalan kaki mau lewat harus turun trotoar," ujar warganet ini.

Komentar