alexametrics

Tidak Pantas Ditiru, Ini Makna Tersirat di Balik Aksi Bunuh Diri Live Streaming di Medsos

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Tidak Pantas Ditiru, Ini Makna Tersirat di Balik Aksi Bunuh Diri Live Streaming di Medsos
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock)

Fenomena bunuh diri live streaming merupakan bentuk mengekspresikan diri untuk terakhir kalinya kepada orang lain

Suara.com - Bunuh diri kerap dianggap sebagai solusi bagi mereka yang putus asa. Mengerikannya, belakangan kerap terjadi fenomena bunuh diri yang disiarkan secara langsung atau live streaming di media sosial.

Yang terbaru, pada 2 September 2021 lalu, seorang lelaki berinisial SS (29) di Jatinegara, Jakarta Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, seraya aksinya disiarkan langsung lewat akun aplikasi Tik-Tok miliknya.

Pertanyannya, bagaimana fenomena bunuh diri live streaming ini begitu marak dan ditiru banyak orang?

Dijelaskan Ketua Umum Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK), Dr. Indria Laksmi Gamayanti, pelaku bunuh diri biasanya identik dengan emosinya yang kesepian dan tidak diperhatikan, atau tidak dimengerti orang lain.

Baca Juga: Seorang Pemuda di Jatinegara Nekat Akhiri Hidup Sambil Live di Medsos

Psikolog yang akrab disapa Gama itu mengatakan, fenomena bunuh diri live streaming merupakan bentuk mengekspresikan diri untuk terakhir kalinya kepada orang lain, dan secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa mereka butuh bantuan.

"Karena sebetulnya banyak yang merasa kesepian dan sendirian. Sehingga ini adalah cara-cara yang mungkin dilakukan tanpa disadarinya untuk mendapatkan perhatian," ujar Gama dalam acara peluncuran website dan tools pencegahan bunuh diri, Sabtu (11/9/2021).

Hal senada juga disampaikan peneliti kesehatan mental dalam pencegahan bunuh diri, dr. Sandersan Onie, yang menyebutkan bahwa aksi bunuh diri live streaming menyiratkan pesan bahwa pelaku mengalami penderitaan yang dalam, dan ingin orang lain mengerti keadaannya.

"Mereka ingin orang lain mengerti, karena orang yang punya dorongan bunuh diri atau mereka sebenarnya tidak ingin mati, tetapi penderitaan sudah begitu berat bagi mereka," jelas lelaki yang akrab disapa Sandy itu.

Meski mereka tidak ingin mengakhiri hidupnya, tapi kata Sandy, akibat merasa penderitaannya sangat berat, akhirnya menganggap bahwa ia tidak memiliki jalan keluar lain.

Baca Juga: Bunuh Diri Live di TikTok, Pria di Rusun Bidara Cina Dikenal Baik

"Jadi bagi mereka yang live streaming, alasannya banyak. Mungkin ada yang ngikutin tren, sayangnya mereka ingin orang lain merasakan penderitaan mereka," pungkas Sandy.

Komentar