alexametrics

10 Oleh-Oleh Khas Jakarta, Banyak Kuliner Lezat Warisan Leluhur

Rima Sekarani Imamun Nissa
10 Oleh-Oleh Khas Jakarta, Banyak Kuliner Lezat Warisan Leluhur
Putu mayang. (Shutterstock)

Apa saja oleh-oleh khas Jakarta yang sudah ada sejak zaman dahulu kala?

Suara.com - Masih bingung cari oleh-oleh khas Jakarta yang jadi favorit banyak orang? Salah satu oleh-oleh yang paling dicari saat ke Jakarta adalah kuliner khas dan tradisional yang mulai susah dicari seiring berkembangnya jaman.

Walau begitu, sampai saat ini masih ada bermacam oleh-oleh khas tempo dulu yang wajib kamu coba dan bawa pulang saat wisata ke Jakarta.

Berikut 10 oleh-oleh khas Jakarta yang sayang untuk dilewatkan.

1. Dodol Betawi

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Batam Ini Bikin Ngiler, Cobain Cumi Masak Hitam

Aneka dodol betawi yang sudah siap jual di Sentra Dodol  Zakiyah, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (15/5). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aneka dodol betawi yang sudah siap jual di Sentra Dodol Zakiyah, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (15/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Jika di Garut ada dodol garut, Jakarta juga punya dodol khas mereka, yakni dodol Betawi. Dodol sendiri terbuat dari campuran ketan putih, ketan hitam, dan gula aren.

Salah satu keunggulan oleh-oleh khas Jakarta satu ini adalah daya tahan yang cukup lama, meskipun tidak menggunakan pengawet buatan.

2. Roti buaya

Sesuai dengan namanya, roti buaya memang memiliki bentuk yang sangat mirip dengan buaya, bahkan ukurannya. Roti ini biasanya digunakan sebagai hantaran lamaran.

Namun tentu saja, seiring berjalannya waktu, kamu bisa mencicipi kelezatan roti buaya tanpa mengadakan acara besar khas Betawi. Roti buaya kini mudah ditemukan di toko oleh-oleh khas Jakarta.

Baca Juga: Resep Lempah Kuning, Kuliner Rumahan Khas Pulau Bangka

3. Kue semprong

Aroma yang khas kue semprong membuat kuliner ini cukup dikenal di seluruh Indonesia. Rasa gula merah yang sangat melekat pada kue semprong juga menjadi daya tarik sendirinya. Kue ini memiliki bentuk tabung memanjang dengan tekstur renyah dan gurih.

4. Bir Pletok

Meskipun diberi nama bir, minuman khas Jakarta satu ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Justru bir pletok ini dibuat dari campuran jahe, daun pandan, dan rempah lain yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Nama bir pletok diambil dari suara yang ditimbulkan saat merebus campuran bahan-bahan tadi yang berbunyi "pletok-pletok".

Bir Pletok di Gourment Bar Novotel Cikini. (Suara.com/Silfa Humairah)
Bir Pletok di Gourment Bar Novotel Cikini. (Suara.com/Silfa Humairah)

5. Biji Ketapang

Jajanan satu ini memiliki tekstur kering dengan rasa manis yang sangat lezat. Dinamakan biji ketapang karena bentuknya yang kecil-kecil dan teksturnya yang kering sehingga terlihat seperti biji.

Olahan tepung terigu ini dapat dengan mudah kamu temukan di setiap sudut kota Jakarta.

6. Kembang goyang

Penamaan kue satu ini diambil dari cara pembuatannya yang memang digoyang-goyangkan dalam minyak panas. Bentuk kembang atau bunga diperoleh dari cetakan yang digunakan.

Saat ini, kue kembang goyang juga sudah tersedia dalam beragam rasa, seperti coklat, keju, dan lainnya.

7. Marguerite Nougat

Meski tergolong oleh-oleh baru, marguerite nougat berhasil menarik wisatawan yang datang ke Jakarta. Olahan satu ini terbuat dari madu, gula dan campuran kacang-kacangan.

Untuk membeli Marguerite Nougat, kamu bisa langsung datang ke toko Marguerite Nougat di Boulevard Timur NB1 36, Kelapa Gading.

8. Putu mayang

Salah satu hal yang membedakan putu mayang dari putu pada umumnya adalah warnanya yang cantik. Cara memakannya pun berbeda karena kamu perlu celupan gula aren untuk menikmatinya.

9. Asinan Betawi

Berkunjung ke Jakarta tanpa mencicipi asinan Betawi sepertinya kurang sempurna. Makanan berat satu ini dapat dengan mudah kamu temukan di setiap sudut Kota Jakarta.

Selain lezat, asinan Betawi tentunya juga sehat karena terdapat beragam sayuran di dalamnya.

10. Tape Uli

Rasa unik pada tape uli sangat cocok untuk dipadukan dengan kopi. Eits, jangan lupa, kamu harus memakan tape dan uli secara langsung untuk mendapat kelezatan yang sempurna.

Tapi, sebelum memilih tape uli sebagai oleh-oleh khas Jakarta, jangan lupa mempertimbangkan jarak terlebih dulu. Sebab, tape uli tidak bertahan lama.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Komentar