Terungkap, Ini Sebab Indeks Pembangunan Gender Mandek Selama 10 Tahun

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 22 September 2021 | 16:25 WIB
Terungkap, Ini Sebab Indeks Pembangunan Gender Mandek Selama 10 Tahun
Kesetaraan Gender [shutterstock]

Suara.com - Kesenjangangender hingga kini masih kerap terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia. Dalam situasi demikian, perempuan seringkali jadi pihak yang terdampak.

Menurut Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Lenny Nurhayanti Rosalin, kesenjangan gender terjadi karena masih ada stereotipe yang menghalangi perempuan.

“Dengan adanya stereotipe ini, kita abai adanya perbedaan peran, pengalaman, kebutuhan, aspirasi, dan permasalahan antara laki-laki dan perempuan,” ungkapnya dalam acara The Launch Of Kartini Peternak Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Ilustrasi perempuan karier (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan karier (Shutterstock)

“Akibatnya, perbedaan itu yang memengaruhi akses dan kontrol, serta partisipasi dari manfaat pembangunan,” lanjutnya.

Ia memaparkan, bahwa Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia dalam rentang tahun 2010-2020 tidak mengalami peningkatan.

Dari indikator tersebut terungkap bahwa kesenjangan perempuan masih terlihat dari pengeluaran perkapita. Dibanding dengan laki-laki misalnya, rata-rata pengeluaran perkapita mencapai Rp. 15,8 juta/tahun. Sedangkan bagi perempuan, mencapai Rp. 9,2 juta/tahun.

“Terlihat selama sepuluh tahun tidak meningkat, dan kesenjangannya masih tetap menganga,” ungkapnya lebih lanjut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia mengatakan bahwa perlu mendorong adanya kepemimpinan perempuan. Karena ini memiliki peran dalam sektor profesional. Baik itu di dunia usaha hingga di bangku parlemen.

Hal ini terlihat dari Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), dengan komponen angka partisipasi perempuan dalam bidang parlemen dan profesional.

baca juga

“Terlihat dari sepuluh tahun lebih baik dari IPG. Jadi meningkat sedikit, dan kontribusinya ada di parlemen. Jadi women leadership ini penting, baik itu di dunia parlemen maupun usaha,” ungkapnya.

“Angka partisipasi perempuan di parlemen hanya 20 persen. Sedangkan tenaga profesional juga kecil, yakni sekitar 40 an persen,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masalah Kesetaraan Gender, Buku-buku Pelajaran Baru di Pakistan Dikecam

Masalah Kesetaraan Gender, Buku-buku Pelajaran Baru di Pakistan Dikecam

News | Selasa, 14 September 2021 | 17:39 WIB

Dukung Kesetaraan Gender, XL Axiata Ingatkan Pentingnya Keberadaan Jalur Bakat" Perempuan

Dukung Kesetaraan Gender, XL Axiata Ingatkan Pentingnya Keberadaan Jalur Bakat" Perempuan

Tekno | Minggu, 15 Agustus 2021 | 18:07 WIB

Wisata Bali: Mengulik Kesetaraan Gender Desa Terbersih di Dunia, Penglipuran

Wisata Bali: Mengulik Kesetaraan Gender Desa Terbersih di Dunia, Penglipuran

Bali | Senin, 28 Juni 2021 | 16:11 WIB

Terkini

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

×