Ketahui 5 Tanda Tanaman Diserang Hama, Jangan Diabaikan!

Rima Sekarani Imamun Nissa

Selasa, 28 September 2021 | 10:00 WIB
Ketahui 5 Tanda Tanaman Diserang Hama, Jangan Diabaikan!
Ilustrasi tanaman diserang hama. (Pixabay/Ulrike Leone)

Suara.com - Serangan hama menjadi salah satu alasan dari rusaknya tanaman, bahkan hingga membuatnya mati. Oleh karena itu, ketahui beberapa tanda tanaman diserang hama agar bisa diatasi lebih cepat.

Tanaman yang diserang hama sering kali tidak dapat identifikasi. Oleh karenanya, kita harus memperhatikan setiap detail kecil pada tanaman untuk mengetahui apakah hama menjadi penyebab utama rusak atau matinya tanaman.

Beberapa Tanda Tanaman Diserang Hama

1. Terdapat lubang pada tanah

Ilustrasi tanaman calathea. (Pexels/Nina Pintar)
Ilustrasi tanaman calathea. (Pexels/Nina Pintar)

Salah satu tanda yang dapat terlihat jika hama menyerang tanaman adalah terdapat lubang pada permukaan tanah yang ada di sekitar tanaman. Biasanya lubang ini merupakan ulah dari tikus yang berupaya untuk memakan tanaman dan tunas yang sedang tumbuh.

Untuk mencegah tikus memperparah kerusakan tanaman, Anda dapat memasang perangkap tikus maupun semprotan cairan anti hama.

2. Daun memiliki bintik

Jika tanaman terdapat bintik-bintik pada daunnya, itu salah satu tanda serangan hama serangga. Serangga yang menyerang daun ini sulit untuk dikendalikan.

Untuk mencegah serangan hama ini kembali, Anda dapat menyemprotkan cairan insektisida pada area daun.

baca juga

3. Buah berlubang

Tanda tanaman diserang hama lainnya bisa dilihat ketika buah memiliki banyak lubang yang disebabkan oleh ulat, ngengat, maupun hama lainnya. Biasanya hama serangga yang menyerang tanaman meninggalkan larva yang dapat tumbuh dan berkembang pada tanaman.

Untuk menghindari serangan hama pada buah kembali, tutupi buah dengan plastik ataupun paranet. Dengan begitu, serangga dan hama lainnya tidak dapat memakan buah tanaman.

4. Terdapat banyak semut

Jika menemukan banyak semut, artinya tanaman tersebut sedang diserang oleh hama kutu daun. Kutu daun ini akab memakan apa saja yang ada pada tanaman. Semut akan merayap pada tanaman karena tertarik dengan zat manis yang dikeluarkan oleh kutu daun saat memakan tanaman.

5. Hilangnya tunas dan daun

Tanda serangan hama pada tanaman yang kelima adalah hilangnya daun maupun tunas yang baru saja tumbuh. Ini adalah tanda ketika tanaman sedang diserang ulat.

Untuk menghindarinya, dapat dilakukan pencegahan dengan menebarkan tepung jagung atau dedak gandum ke dalam tanah agar ulat tidak dapat mencerna sekaligus membuat mereka mati.

Itulah tadi beberapa tanda tanaman diserang hama yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warnanya Cantik, Ternyata Ini 6 Manfaat Buah Persik atau Peach bagi Tubuh

Warnanya Cantik, Ternyata Ini 6 Manfaat Buah Persik atau Peach bagi Tubuh

Your Say | Senin, 27 September 2021 | 11:26 WIB

Nikmatnya Es Mojito yang Disajikan Langsung dari Kulit Buah, Harganya Murah Banget!

Nikmatnya Es Mojito yang Disajikan Langsung dari Kulit Buah, Harganya Murah Banget!

Sumut | Senin, 27 September 2021 | 10:05 WIB

7 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Bisa Jadi Menu Tambahan Diet Harian

7 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Bisa Jadi Menu Tambahan Diet Harian

Lifestyle | Sabtu, 25 September 2021 | 13:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×