Memahami Pengertian Semaphore, Sejarah, Manfaat, Hingga Fakta Uniknya

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:05 WIB
Memahami Pengertian Semaphore, Sejarah, Manfaat, Hingga Fakta Uniknya
Ilustrasi pramuka (Elements Envato)

Suara.com - Saat SD dan SMP, akhir pekan biasanya diisi dengan kegiatan pramuka. Salah satu materi yang diajarkan dalam kegiatan pramuka adalah Semaphore. Tapi sudahkah kita mengenal apa itu semaphore dan sejarahnya?

Mengutip Ruang Guru, Jumat (10/1/2021) Semaphore adalah metode untuk mengirim sinyal atau pesan dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti bendera, batang, atau tangan kosong sekalipun.

Metode ini dilakukan dengan cara mengulurkan kedua tangan membentuk posisi tertentu sesuai formasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Bendera, batang, atau alat lainnya berperan untuk memperjelas arah gerakan tangan ketika menyampaikan pesan.

Manfaat semaphore
Semaphore bermanfaat sebagai salah satu cara untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Metode ini merupakan salah satu materi yang diajarkan dan wajib dihafalkan oleh seluruh anggota pada kegiatan pramuka.

Tujuannya adalah agar anggota pramuka tetap bisa berkomunikasi dari jarak yang jauh, meskipun sedang berkemah di tempat yang susah sinyal, seperti di gunung atau di desa terpencil.

Sehingga gerakan semaphore harus dihafal, agar tidak mengerti jika ada yang mengirim pesan menggunakan sandi ini.

Uniknya, semaphore juga sering digunakan untuk kepentingan komunikasi militer. Di dunia militer, metode ini juga menjadi pilihan komunikasi jarak jauh ketika para tentara sedang berada di tempat yang susah sinyal.

Memahami Pengertian Semaphore, Sejarah, Manfaat, Hingga Fakta Uniknya (Freepik)
Memahami Pengertian Semaphore, Sejarah, Manfaat, Hingga Fakta Uniknya (Freepik)

Fakta unik semaphore
Tahu nggak sih, pada awalnya gerakan ini ada untuk menyampaikan pesan rahasia agar tidak diketahui musuh. Namun seiring berjalannya waktu, metode ini tak lagi efektif untuk menyampaikan pesan rahasia, karena semakin banyak orang yang paham arti dari gerakan-gerakan semaphore.

baca juga

Penyampaian pesan semaphore bisa dilakukan secara relay, alias berkelanjutan. Seumpama olahraga estafet, sehingga pesan disampaikan dari satu signaller ke signaller lain secara relay, hingga pesan itu diterima oleh signaller terakhir.

Semakin jauh jaraknya, maka semakin banyak juga signaller yang dibutuhkan.

Sejarah semaphore
Semaphore diciptakan oleh seorang insinyur sekaligus pendeta asal Perancis bernama Claude Chappe pada tahun 1790. Tujuannya adalah untuk kepentingan komunikasi militer, agar anggota militer bisa berkomunikasi dari jarak yang jauh.

Pada saat itu semaphore tidak menggunakan bendera, tapimenggunakan kayu berukuran besar yang bentuknya menyerupai lengan.

Kayu ini kemudian dipasang di atas menara-menara tinggi yang jaraknya 5 hingga 10 mil atau sekitar 8 hingga 160 kilometer antar satu menara dengan menara lainnya.

Pada setiap menara, ditempatkan satu signaller sebagai operator, serta teleskop sebagai alat bantu untuk melihat pesan yang dikirimkan signaller lain dari jarak jauh.

Hingga abad ke-19, metode ini banyak diadopsi sebagai metode komunikasi antarkapal. Akhirnya, dari inilah penggunaan bendera semaphore mulai diterapkan.

Untuk komunikasi antarkapal, anggota militer tidak lagi menggunakan kayu super besar, melainkan menggunakan alat yang lebih sederhana, yaitu bendera

Ketika Perang Dunia I terjadi, semaphore masih sering digunakan meskipun teknologi telepon dan radio sudah ditemukan.

Alasannya adalah karena komunikasi melalui telepon atau radio memiliki kemungkinan untuk disadap oleh musuh, sedangkan semaphore tidak.

Selain itu, metode ini juga lebih sederhana dan dapat digunakan dalam kondisi susah sinyal. Karena itulah, semaphore masih banyak digunakan untuk kondisi darurat.

Bendera semaphore
Bendera semaphore memiliki bentuk persegi dengan ukuran 45 x 45 centimeter. Sedangkan panjang tongkat untuk memasang bendera semaphore adalah 55 centimeter.

Bendera semaphore umumnya berwarna merah dan kuning. Warna merah dan kuning digunakan karena kedua warna ini cerah dan kontras, sehingga dapat dilihat dengan jelas dari jarak yang jauh sekalipun.

Pada dua ujung bendera, terdapat tali untuk mengikat bendera pada tongkat kayu.

Ilustrasi pramuka (Elements Envato)
Ilustrasi pramuka (Elements Envato)

Gerakan semaphore
Gerakan semaphore terdiri dari 30 formasi yang masing-masing melambangkan huruf, angka, atau isyarat tertentu.

Cara cepat belajar gerakan semaphore adalah dengan mengetahui prinsip arah putaran jarum jam. Gerakan semaphore secara perlahan bergeser sesuai arah putaran jarum jam jika dilihat dari sisi penerima pesan.

Cara mudah menghafalkan gerakan semaphore adalah dengan membayangkan sebagai pengirim pesan adalah sebuah jarum jam yang bergerak mengikuti arah putaran jarum jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Bocah Berseragam Pramuka Seberangi Sungai dengan Styrofoam, Ini Kata Camat

Viral Video Bocah Berseragam Pramuka Seberangi Sungai dengan Styrofoam, Ini Kata Camat

Sumsel | Kamis, 23 September 2021 | 17:16 WIB

Pramuka Bantu Awasi Ganjil Genap di Puncak Bogor

Pramuka Bantu Awasi Ganjil Genap di Puncak Bogor

Jabar | Sabtu, 04 September 2021 | 17:34 WIB

Topi Minum Soda Nomor 1 di Spongebob Jadi Nyata, Warganet Ngakak Lihat Bentuknya

Topi Minum Soda Nomor 1 di Spongebob Jadi Nyata, Warganet Ngakak Lihat Bentuknya

Lifestyle | Selasa, 17 Agustus 2021 | 14:03 WIB

Terkini

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

×