Ingin Hiking dan Wisata Alam, Kenali Dulu Jenis Medan dan Tingkat Kesulitannya

M. Reza Sulaiman

Senin, 04 Oktober 2021 | 15:29 WIB
Ingin Hiking dan Wisata Alam, Kenali Dulu Jenis Medan dan Tingkat Kesulitannya
Ilustrasi melakukan pendakian mengisi liburan akhir tahun. (Shutterstock)

Suara.com - Wisata alam kembali digemari masyarakat setelah terpaksa menghabiskan waktu di dalam rumah karena Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.

Hiking alias mendaki menjadi salah satu bentuk wisata alam yang paling mudah dilakukan. Berjalan kaki menaiki bukit tidak hanya dapat melepaskan penat, tapi juga bermanfaat melatih kekuatan berpadu latihan kardio aerobik.

Tetapi, sebelum memulai pendakian dengan apa pun tingkat kesulitannya, Anda harus mempersiapkan bekal makanan yang cukup agar tak mengalami masalah kesehatan seperti sakit kepala, pusing dan mual. Di sisi lain, jangan lupakan air minum demi mencegah tubuh terkena dehidrasi.

"Tubuh kita seperti mesin mobil yang membutuhkan bahan bakar untuk terus berjalan. Membawa makanan ringan saat mendaki, meskipun singkat, akan memberi tubuh Anda energi yang dibutuhkan untuk terus bergerak," kata ahli diet Amanda Steinberg, seperti dikutip dari Livestrong.

ilustrasi hiking (Shutterstock)
ilustrasi hiking (Shutterstock)

Berikut rekomendasi bekal makanan sesuai tingkat kesulitan pendakian yang akan Anda lakukan:

1. Level pemula

Kategori ini memiliki tingkat kesulitan relatif mudah. Durasi yang dibutuhkan sekitar 1-3 jam dengan medan yang sebagian besar datar ditambah beberapa tanjakan kecil.

Secara alami, pendakian level ini tidak akan membutuhkan bahan bakar atau air sebanyak pendakian lainnya yang bisa memakan waktu seharian. Tapi, ini tidak berarti Anda harus melakukan perjalanan dengan perut kosong, ujar ahli diet Michele Alonso.

"Jika Anda mulai kehabisan energi, maka tidak hanya akan membuat pendakian lebih sulit dan kurang menyenangkan, tetapi Anda berisiko merasa pusing," kata dia.

baca juga

Alonso merekomendasikan makanan yang mencakup tiga makronutrien yakni protein, lemak, dan karbohidrat seperti protein bar tanpa tambahan gula. Sekitar 10 gram protein akan membuat Anda tetap bertenaga. Makanan lainnya yang bisa menjadi bekal Anda misalnya apel dan jeruk, serta kacang panggang.

2. Level menengah

Pendakian level ini memakan waktu sekitar 3-5 jam dengan medan beberapa ketinggian dan kemiringan sehingga membutuhkan banyak energi karena melibatkan banyak bagian tubuh untuk melintasi berbagai medan, menurut ahli diet asal Atlanta, Marisa Moore.

Dia mengatakan, kebutuhan khusus akan bervariasi menurut orang berdasarkan tingkat kebugaran. Pastikan untuk mengisi perut dengan makanan atau minuman secara konsisten atau kapan pun Anda merasa lapar, untuk menghindari gejala seperti pusing atau kelelahan.

Beberapa makanan untuk pendakian level menengah antara lain sekaleng tuna, ditambah cracker dan buah untuk mendapatkan asupan karbohidrat dan protein.

Pilihan lainnya yakni biji-bijian, buah kering, buah segar seperti pisang yang mudah dibawa-bawa, mudah dicerna dan dikemas dengan potasium untuk membantu menggantikan apa yang bisa hilang dalam keringat. Sementara itu, minuman elektrolit, sangat tergantung pada panjang dan intensitas pendakian.

Sementara itu, minuman elektrolit, sangat tergantung pada panjang dan intensitas pendakian.

"Jika Anda akan melakukan pendakian dengan intensitas tinggi atau berat saat cuaca panas dan Anda berkeringat selama 60 menit atau lebih, minuman olahraga dapat membantu mengisi kembali elektrolit," kata Moore.

3. Level sulit

Pendakian level ini memakan waktu 5-7 jam dengan medan sebagian besar tanjakan, tikungan, sehingga bekal makanan menjadi keharusan, kata ahli diet di New York, Amy Gorin.

"Setiap kali Anda melakukan aktivitas berat, terutama untuk waktu yang lama, penting tidak hanya untuk menyediakan energi (alias kalori) untuk latihan Anda, tetapi juga untuk membantu bahan bakar otot Anda," ujar dia.

Mengenai asupan yang Anda perlukan, Gorin merekomendasikan karbohidrat dan protein untuk perbaikan otot. Sementara itu, makanan berlemak tinggi mungkin tidak diperlukan karena dapat membebani perut, yang mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman selama mendaki.

Rekomendasi bekal makanan Gorin antara lain buah apel, sandwich dengan irisan apel, dendeng sapi sebagai sumber protein dan natrium yang juga merupakan elektrolit.

Berbicara tentang elektrolit, Gorin menganjurkan Anda membawa minuman yang diperkaya elektrolit pada pendakian level ini.

"Tidak diragukan lagi Anda akan berkeringat saat mendaki selama berjam-jam. Ini saatnya Anda tidak perlu khawatir tentang makan makanan rendah sodium karena sodium adalah elektrolit. Jadi pilihlah dendeng atau segenggam kacang asin," demikian saran dia.

4. Level elit

Pendakian level ini bisa menghabiskan waktu 7-9 jam dengan medan sebagian besar tanjakan dan tikungan.

"Ketika Anda tidak memiliki cukup energi dari makanan dan telah menghabiskan simpanan glikogen Anda, tubuh Anda akan menemukan energi alternatif untuk digunakan dengan memecah massa otot dan ini sesuatu yang ingin kita hindari," kata Steinberg.

Dalam hal ini asupan karbohidrat dan protein cukup menjadi kunci. Dia merekomendasikan asupan sekitar 30-60 gram karbohidrat setiap jam untuk menjaga tubuh Anda tetap bertenaga, dan sekitar 5-7 gram protein.

Makanan yang direkomendasikan antara lain buah-buahan segar, kacang-kacangan, sandwich dengan selai kacang dan buah segar di atas roti gandum serta jangan lupakan cairan elektrolit misalnya air kelapa.

"Dengan intensitas 7-9 jam, simpanan elektrolit Anda dapat terkuras. Meskipun kehilangan elektrolit berbeda untuk semua orang, melengkapi dengan elektrolit dapat mencegah dehidrasi," kata Steinberg. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Sandal Gunung Outdoor Anti Air Terbaik untuk Hiking, Dijamin Awet dan Nyaman

3 Sandal Gunung Outdoor Anti Air Terbaik untuk Hiking, Dijamin Awet dan Nyaman

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 11:29 WIB

Potret Kawah Putih yang Airnya Menyusut hingga 70 Meter

Potret Kawah Putih yang Airnya Menyusut hingga 70 Meter

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 08:00 WIB

Nekat Mendaki Tanpa Persiapan Fisik dan Mental? Ini Akibat Fatal Bagi Pendaki

Nekat Mendaki Tanpa Persiapan Fisik dan Mental? Ini Akibat Fatal Bagi Pendaki

Health | Selasa, 01 September 2026 | 20:35 WIB

Pilihan Smartwatch dengan GPS Akurat, Cocok untuk Hiking hingga City Walk

Pilihan Smartwatch dengan GPS Akurat, Cocok untuk Hiking hingga City Walk

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:17 WIB

7 Sepatu Hiking Brand Lokal Mulai Rp240 Ribuan: Anti Slip, Stylish dan Tahan Banting

7 Sepatu Hiking Brand Lokal Mulai Rp240 Ribuan: Anti Slip, Stylish dan Tahan Banting

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:15 WIB

Mencari Diri Sendiri di Atas Awan: Mengapa Kamu Perlu Mencoba Mendaki Sekali Seumur Hidup

Mencari Diri Sendiri di Atas Awan: Mengapa Kamu Perlu Mencoba Mendaki Sekali Seumur Hidup

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:11 WIB

Apakah Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung? Begini Kondisi yang Aman

Apakah Sepatu Lari Bisa Dipakai untuk Naik Gunung? Begini Kondisi yang Aman

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 11:17 WIB

Di Antara Lembah dan Puncak: Jalur Menuju Annapurna Base Camp

Di Antara Lembah dan Puncak: Jalur Menuju Annapurna Base Camp

Foto | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:00 WIB

Gunung Kembang: Pendakian Singkat dengan Pemandangan Memikat

Gunung Kembang: Pendakian Singkat dengan Pemandangan Memikat

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:25 WIB

Pengalaman Trekking Gunung Sindoro Via Kledung Wonosobo

Pengalaman Trekking Gunung Sindoro Via Kledung Wonosobo

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:00 WIB

Terkini

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

×