Makin Berdaya, 3 UMKM Fashion Indonesia Siap Tembus Pasar Global

Risna Halidi

Rabu, 06 Oktober 2021 | 09:28 WIB
Makin Berdaya, 3 UMKM Fashion Indonesia Siap Tembus Pasar Global
3 UMKM Fashion Indonesia Siap Tembus Pasar Global (Ist)

Suara.com - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Meski begitu, banyak UMKM yang tetap bertahan dan mampu menjalankan bisnisnya.

Kekinian, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggandeng tiga UMKM untuk kemudian dibina agar mampu menembus pasar internasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Perempuan, Tri Hanurita, mengatakan tiga UMKM pilihan ini telah memiliki program pemberdayaan perempuan di dalamnya. 

"Saya memutuskan untuk mengadakan kerjasama dengan tiga pilihan ini, di mana nanti akan kami kembangkan lebih lanjut lagi. Mulai dari event nasional sampai internasional,” ujar Tri dikutip Suara.com dari siaran pers terkait Penandatanganan Komitmen Perkumpulan Tenun Warna Alam, Mutiara Lombok, dan Handep Senin (4/10/2021) kemarin.

3 UMKM Fashion Indonesia Siap Tembus Pasar Global (Ist)
3 UMKM Fashion Indonesia Siap Tembus Pasar Global (Ist)

Ia menambahkan nantinya produk-produk tersebut akan tampil dalam gelaran Indonesia Fashion Week.

Sementara itu, tiga UMKM terpilih merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono.

“Ketiga perkumpulan itu sudah pernah tampil di Indonesian Fashion Week sehingga kualitasnya sudah terjamin,” tambah Poppy.

Perwakilan Mutiara Lombok, Diah mengatakan bahwa pihaknya memang masih terkendala dengan pendataan database. Dengan adanya pembinaan ini, ia berharap para pengrajinnya bisa menghasilkan produk yang lebih berlualitas.

“Kita juga punya rumah mutiara di Lombok, akan ada event berkala pameran yang memang diagendakan kunjungan dari seluruh indonesia, setiap 3 bulan sekali, itu yang kita harapkan nantinya, semoga akan ada kemajuan nantinya,” ucap Diah.

baca juga

Sementara Handep merupakan produk fesyen berupa tas tradisional yang berasal dari Kalimantan Tengah, yang terbuat dari material kulit yang dikreasikan dalam bentuk anyaman.

Di sisi lain, Pesona Alam merupakan produk tenun khas Lombok yang dibuat langsung oleh tangan perempuan Lombok. Kain tenun dibuat menggunakan pewarna alami yang bahan bakunya berasal dari Lombok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Perempuan Punya Kontribusi Besar Pada UMKM di Indonesia

Ternyata Perempuan Punya Kontribusi Besar Pada UMKM di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:05 WIB

Pemprov Jawa Barat Umumkan Tiga Strategi Pemulihan Ekonomi

Pemprov Jawa Barat Umumkan Tiga Strategi Pemulihan Ekonomi

Jabar | Rabu, 06 Oktober 2021 | 05:30 WIB

Rilis Fesyen Berkelanjutan, Stella McCartney Pamerkan Tas yang Terbuat dari Kulit Jamur

Rilis Fesyen Berkelanjutan, Stella McCartney Pamerkan Tas yang Terbuat dari Kulit Jamur

Lifestyle | Selasa, 05 Oktober 2021 | 11:56 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×