alexametrics

Sama-sama dari Ayam, Yakitori Khas Jepang Beda Loh dengan Sate dari Indonesia

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Sama-sama dari Ayam, Yakitori Khas Jepang Beda Loh dengan Sate dari Indonesia
Yakitori khas Jepang. (Dok. Lilis Varwati/Suara.com)

Kuliner khas Jepang juga memiliki makanan mirip sate yang disebut yakitori. Sama halnya di Indonesia, yakitori umumnya juga terbuat dari daging ayam.

Suara.com - Kuliner khas Jepang juga memiliki makanan mirip sate yang disebut yakitori. Sama halnya di Indonesia, yakitori umumnya juga terbuat dari daging ayam.

Meski dibuat dari bahan dasar yang sama, cara pembuatannya antara yakitori dengan sate ayam Indonesia agak berbeda.

Spesialis chef yakitori restoran Tori Hachi Sapik Kamdani mengatakan, hal dasar yang paling berbeda dari kedua jenis makanan tersebut ialah bagian daging ayam yang digunakan untuk dijadikan sate.

"Kalau yakitori satu ekor ayam bisa semua (jadi sate) yang kebuang tulangnya aja. Kepala aja bisa jadi sate. Dalemannya ada hati, jantung itu dipisah-pisah," jelas chef Sapik ditemui di restoran Tori Hachi, Blok M, Jakarta, beberapa hari lalu.

Baca Juga: Ternyata Beda Cara, Chef Sapik Ungkap Cara Hilangkan Bau Amis Ayam dan Ikan

Ilustrasi sate, bakar daging, bakar sate, bebakaran, bau asap sate (Elemen Envato)
Ilustrasi sate, bakar daging, bakar sate, bebakaran, bau asap sate (Elemen Envato)

Sedangkan sate ayam di Indonesia umumnya hanya menggunakan daging pada bagian tertentu, lanjut Sapik. Ia mencontohkan, seperti sate Madura bahkan hanya menggunakan daging ayam bagian dada.

Sementara bagian lain, seperti paha ayam dalam pembuatan yakitori masih bisa dijadikan sate. Sedangkan di Indonesia umumnya tidak.

Secara bentuk, yakitori relatif lebih besar daripada sate ayam Indonesia. Selakn itu, proses pembakarannya juga tidak menggunakan arang.

"Mungkin yang bikin enak proses pembakarannya karena pakai kayu bakar. Kalau di kita (sate ayam Indonesia) kan pakai arang campuran. Jadi beda di aroma," tuturnya.

Selama proses pembakaran, yakitori juga tidak dibumbui apa pun dan tidak terlalu lama. Jika ada pembeli yang meminta rasa agak asin, barulah yakitori diberi sedikir garam.

Baca Juga: Sidang Ketiga Kasus Sate Beracun, Tim JPU Nyatakan Dakwaannya Sah

"Karena ayamnya fresh, kalau dibakar makin lama jadi makin keras. Jadi dibakar paling lama 10 menit. Kalau dada bisa lebih cepat," ucapnya.

Komentar