alexametrics

Hari Anak Perempuan Internasional: Remaja, Yuk Lawan Stigma Menstruasi!

Risna Halidi | Lilis Varwati
Hari Anak Perempuan Internasional: Remaja, Yuk Lawan Stigma Menstruasi!
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Apalagi, saat ini remaja perempuan di Asia Pasifik tumbuh dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Suara.com - Setiap 11 Oktober diperingati sebagai Hari Anak Perempuan Internasional. Peringatan itu diadakan untuk mendukung hak dan mendorong keterlibatan penuh anak perempuan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. 

Namun dengan tantangan akibat pandemi Covid-19 ditambah kesenjangan digital banyak dialami perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. 

Penelitian dari Kotex, salah satu merek dari Kimberly-Clark, menemukan fakta bahwa saat ini remaja perempuan di Asia Pasifik tumbuh dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 
 
Penelitian itu menyoroti tantangan klasik terkait pubertas dengan latar belakang masalah tentang perubahan iklim, perundungan siber atau cyber-bullying, dan harapan masyarakat yang tidak realistis. 

Sebagian besar remaja perempuan percaya bahwa keterbatasan sosial membatasi kesempatan yang mereka miliki. Dan sekitar tiga perempat lainnya juga masih melihat sesama perempuan sebagai sekutu. 

Baca Juga: Komunitas Save Janda Kecam PKS Izinkan Poligami: Redahkan Perempuan!

Di seluruh Asia Pasifik, di mana stigma dan stereotip tentang menstruasi masih tersebar luas. 

"Fakta ini menggarisbawahi pentingnya peringatan Hari Anak Perempuan Internasional 2021 sebagai bentuk pengakuan terhadap remaja perempuan dan perjalanan mereka menuju masa depan yang diinginkan," kata Senior Marketing Manager Kotex Indonesia Beatrix Wijaya melalui siaran pers kepada Suara.com, Senin (11/10/2021). 

Untuk mendukung upaya penting tersebut, Kotex melibatkan komunitas perempuan di seluruh Asia Pasifik dalam kampanye bertajuk #GirlUnrestricted.

Gerakan berskala regional itu bertukuan untuk mendukung suara remaja perempuan, melawan stigma menstruasi di masyarakat, dan membangun masa depan melalui pendidikan.

"Kami mendorong para remaja perempuan untuk berani menjalani masa remaja mereka dengan caranya sendiri, dan tumbuh dengan lebih banyak ekspresi 'bisa' dan sedikit 'harus'," katanya.

Baca Juga: Redakan Kram Menstruasi, Kombinasi 5 Asupan Berikut Bisa Membantu

"Kami percaya bahwa masa remaja yang tidak dibatasi adalah masa yang penuh dengan kemungkinan. Gambaran dunia yang lebih bersahabat di mana mereka dapat menjalani setiap petualangan, melihat sebuah kesalahan bukan sebagai kegagalan, tetapi sebagai kemajuan dalam perjalanan pertumbuhan mereka," imbuh Beatrix. 

Komentar