Kampanye Ride To Sky, Sebarkan Awareness Mengenai Kesehatan Mental

Vania Rossa

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:55 WIB
Kampanye Ride To Sky, Sebarkan Awareness Mengenai Kesehatan Mental
Ayobantu mendukung tiga pesepeda melakukan perjalanan sejauh 230 km dengan ketinggian 5.753 meter untuk suarakan isu kesehatan mental. (Dok. Ayobantu)

Suara.com - Gangguan kesehatan mental dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang umur ataupun latar belakang. Jumlahnya pun bertambah banyak, terlebih setelah adanya pandemi yang terjadi.

Mengutip laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat ada 1 miliar orang di dunia yang hidup dengan gangguan mental. Namun sayangnya, pemahaman masyarakat akan kesehatan mental masih minim. Belum lagi dengan jumlah ketersediaan psikolog klinis profesional yang masih sangat kurang.

Mengutip data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas dari Kemenkes RI, Indonesia tercatat hanya memiliki sekitar 2500 psikolog klinis dan 600-800 psikiater. Artinya, 1 psikiater harus melayani 300.000 - 400.000 pasien.

Tentunya angka ini bukanlah angka perbandingan yang ideal, di mana standar jumlah tenaga psikolog dan psikiater dengan jumlah penduduk yang direkomendasikan WHO adalah 1:30 ribu orang. Untuk itulah, keberadaan peer support group menjadi sebuah hal yang esensial dalam proses pemulihan.

Berangkat dari hal tersebut, sebuah platform donasi online Ayobantu, tergerak untuk memfasilitasi sebuah campaign bertajuk “Ride to Sky”. Campaign ini ditujukan untuk menggalang dana bagi keberlangsungan peer support group milik platform edukasi seputar kesehatan mental dan seksual, hayVee.

Ayobantu mendukung tiga pesepeda melakukan perjalanan sejauh 230 km dengan ketinggian 5.753 meter untuk suarakan isu kesehatan mental. (Dok. Ayobantu)
Ayobantu mendukung tiga pesepeda melakukan perjalanan sejauh 230 km dengan ketinggian 5.753 meter untuk suarakan isu kesehatan mental. (Dok. Ayobantu)

Seperti yang disampaikan oleh CEO Ayobantu Agnes Yuliavitriani, “Kesehatan bukan hanya tentang fisik, namun juga tentang kondisi mental yang terjaga. Beberapa saudara kita sedang berjuang dalam setiap pertempuran yang dihadapi, dan mereka membutuhkan bantuan dari kita. Untuk itu, sebuah inisiatif baik yang hadir dalam bentuk dukungan teman sebaya oleh hayVee perlu diapresiasi dan didukung agar tetap dapat berlangsung dan hadir dalam proses pemulihan tiap-tiap individu di dalamnya.”

Sebagai sebuah platform donasi online, Ayobantu dikenal memiliki pendekatan unik dalam setiap campaign yang didukungnya. Untuk Ride to Sky campaign kali ini, Ayobantu melakukan beberapa activation, di antaranya:

1. Memfasilitasi pelaksanaan campaign activation yang digagas oleh seorang atlet triathlon, Chaidir Akbar, dan dua cyclist Asep Hadian dan Yogie Vandika yang melakukan perjalanan sejauh 230 km dengan ketinggian 5.753 meter ke negeri di atas awan Gunung Luhur, di Kab. Lebak, Banten. Perjalanan ini dimaksudkan untuk menyebarkan awareness mengenai kesehatan mental sembari mengumpulkan donasi bagi keberlangsungan peer support group milik hayVee

2. Mengadakan kegiatan “Lelang untuk Amal”, di mana Ayobantu melakukan pelelangan secara online di website resmi www.ayobantu.com. Barang-barang yang dilelang merupakan perlengkapan yang dibutuhkan oleh cyclist seperti apparel, accessories, dan supporting items terkait kegiatan olahraga outdoor.

baca juga

3. Membuka program “Donasi Peer Support Group” di website Ayobantu. Sejak program dibuka pada akhir September lalu, total donasi yang terakumulasi dalam rangkaian campaign Ride to Sky hingga saat ini telah mencapai dana hingga lebih dari Rp10 juta. Pengumpulan donasi pun masih terbuka bagi #TemanPeduli yang ingin berkontribusi.

Dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu (13/10/2021), Scott Alfaz yang merupakan Founder dan CEO hayVee menuturkan, “Di masa-masa sulit seperti ini, berbagai bentuk dukungan menjadi sebuah hal yang sangat berarti. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Ayobantu dan seluruh rekan-rekan yang telah terlibat dan berdonasi dalam campaign ini. Semoga melalui campaign ini, semakin banyak masyarakat yang sadar dan peduli akan isu kesehatan mental di Indonesia.”

Seluruh hasil donasi dari rangkaian kegiatan akan dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada pihak hayVee. Dalam pelaksanaannya, seluruh penyaluran donasi akan dilaporkan secara berkala dan dapat diakses langsung di website www.ayobantu.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangtua, Ajak Remaja Belajar Sains dan Kesehatan Mental Lewat Film dalam Acara Ini Yuk!

Orangtua, Ajak Remaja Belajar Sains dan Kesehatan Mental Lewat Film dalam Acara Ini Yuk!

Lifestyle | Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:40 WIB

Pahami Kesehatan Mentalmu, Ini 3 Dampak Buruk Bekerja dari Rumah

Pahami Kesehatan Mentalmu, Ini 3 Dampak Buruk Bekerja dari Rumah

Lifestyle | Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:29 WIB

Pentingnya Self Love untuk Kesehatan Mental Kita

Pentingnya Self Love untuk Kesehatan Mental Kita

Your Say | Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:18 WIB

Terkini

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

×