Suara.com - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan terutama pada 10 malam terakhir Ramadan adalah iktikaf.
Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Namun, banyak orang masih bertanya, apa saja yang dilakukan saat iktikaf? Apakah hanya berdiam diri di masjid, atau ada amalan tertentu yang dianjurkan?
Agar ibadah ini dapat dijalankan dengan maksimal, penting untuk memahami tujuan dan aktivitas yang sebaiknya dilakukan selama iktikaf.
Dengan begitu, waktu yang dihabiskan di masjid dapat menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak pahala dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Pengertian Iktikaf dalam Islam

Secara bahasa, iktikaf berarti menetap atau berdiam diri pada suatu tempat. Dalam istilah syariat, iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Ibadah ini hukumnya sunah, tetapi bisa menjadi wajib jika seseorang bernazar untuk melaksanakannya.
Iktikaf dapat dilakukan kapan saja, tetapi yang paling dianjurkan adalah sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Baca Juga: Link Daftar Iktikaf di Masjid Istiqlal Sudah Dibuka, Kuota Terbatas Cuma 400 Orang
Tujuan utama iktikaf adalah menjauhkan diri dari kesibukan duniawi agar hati lebih fokus untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Apa Saja yang Dilakukan Saat Iktikaf?
Selama menjalankan iktikaf, seorang muslim dianjurkan untuk mengisi waktunya dengan berbagai amalan ibadah. Berikut beberapa kegiatan yang biasa dilakukan saat iktikaf.
1. Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an
Salah satu amalan utama saat iktikaf adalah membaca Al-Qur’an atau tadarus. Aktivitas ini sangat dianjurkan karena Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk mentadabburi atau memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an sehingga ibadah menjadi lebih bermakna.
2. Memperbanyak Dzikir dan Doa