alexametrics

Survei UNDP: 95 Persen UMKM Tertarik Praktik Ramah Lingkungan

Bimo Aria Fundrika
Survei UNDP: 95 Persen UMKM Tertarik Praktik Ramah Lingkungan
Ramah lingkungan. (Dok: Elements Envanto)

Teten juga menambahkan banyak pengusaha muda telah meluncurkan usaha yang menghasilkan barang-barang ramah lingkungan sehingga harus terus didukung.

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang melanda selama lebih dari satu tahu mengubah banyak hal. Termasuk juga dalam sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM.

Sebuah survei yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP), Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, serta Indosat Ooredoo mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Demikian seperti dikutip dari ANTARA, Kamis, (14/10/2021). 

Survei tersebut juga mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Sekitar 95 persen UMKM menyatakan minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat.

Sebanyak 90 persen lainnya mengatakan mereka tertarik untuk menerapkan praktik usaha inklusif, yang merupakan komponen penting dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Baca Juga: Grab, emtek dan Bukalapak Kolaborasi Gelar Program Digitalisasi UMKM

Ramah lingkungan. (Dok: Elements Envanto)
Ramah lingkungan. (Dok: Elements Envanto)

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Teten Masduki meminta UMKM untuk mengadopsi praktik usaha ramah lingkungan serta berkelanjutan.

“Langkah-langkah mencari keuntungan yang merusak lingkungan harus kita tinggalkan. Kegiatan ekonomi termasuk produksi, konsumsi dan distribusi harus memprioritaskan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia dalam jangka panjang,” kata Teten.

Teten juga menambahkan banyak pengusaha muda telah meluncurkan usaha yang menghasilkan barang-barang ramah lingkungan sehingga harus terus didukung.

"Anak-anak muda sudah banyak menjalankan bisnis yang ramah lingkungan misalnya menggunakan material dari limbah kayu untuk membuat jam tangan dan frame kacamata. Tentu kreativitas dan inovasi ini perlu terus kita dukung agar semakin banyak usaha yg ramah lingkungan bisa bermunculan," ujar Teten.

Studi ini juga mengungkapkan manfaat langsung dari digitalisasi.

Baca Juga: Tampil Gaya Sembari Melestarikan Budaya dengan Borneo Textile Sasirangan

UMKM yang bergabung dengan platform daring untuk memasarkan produk mereka selama pandemi COVID-19 mencatat permintaan yang lebih tinggi terhadap produk mereka dan keuntungan yang lebih besar.

Komentar