Hari Ulos Nasional: Sudah Waktunya Kain Ulos Tembus Pasar Mancanegara

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:10 WIB
Hari Ulos Nasional: Sudah Waktunya Kain Ulos Tembus Pasar Mancanegara
Kain Ulos. (Dok: Tobatenun)

Suara.com - Kain ulos asal Sumatera Utara menjadi salah satu kebanggan budaya khas suku batak. Telah banyak dikenal hingga seluruh Indonesia, kini waktunya kain ulos untuk ikut meramaikan pasar mancanegara.

Jelang peringatan Hari Ulos Nasional, diluncurkan kampanye “Bangga Bertenun Bangga Berbudaya” oleh wirausaha Tobatenun. Ini dilakukan untuk menjangkau publik agar dapat memahami Ulos sebagai produk budaya dan ekonomi. Juga meningkatkan kesadaran konsumen agar semakin bangga buatan Indonesia.

"Sadar akan potensi Ulos untuk dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara," kata Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtra Kerri Na Basaria, dalam konferensi pers virtual Hari Ulos Nasional 2021, Jumat (15/10/2021).

Lewat kampanye tersebut, Kerri berharap masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya melestarikan dan mengembangkan wastra nusantara, salah satunya Ulos. 

Kain Ulos. (Dok: Tobatenun)
Kain Ulos. (Dok: Tobatenun)

Ia menambahkan, langkah konkrit dilakukan dengan revitalisasi Ulos melalui program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui situs resmi www.tobatenun.com.
 
Melalui situs tersebut masyarakat dapat berbelanja dan mengenal Ulos lebih jauh. Kerri menambahkan, Tobatenun juga membuka pendaftaran bagi UMKM untuk memasarkan produk ulos di situs tersebut. 

"Kami berharap, melalui program kerja yang telah dan akan dilakukan dapat memperkuat ekosistem kain ulos dan para pelakunya. Serta melalui berbagai rangkaian program kerja Tobatenun terus berupaya untuk mendukung industri berbasis tradisi, budaya, dan komunitas," ucapnya.

Sebagai salah satu daerah yang masyarakatnya memproduksi kain tenun, Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara Dr. Eddy Keleng Ate Berutu setuju kalau tenun memang pantas dipasarkan ke mancanegara.

Berbagai strategi turut dilakukan pemerintah daerah dalam pemberian stimulus kepada UMKM dan Koperasi, pelatihan juga pendampingan bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produksi dan pemasaran. 

"Kami optimis dengan semakin banyak pihak yang peduli terhadap kelestarian budaya seperti Tobatenun dapat menginspirasi banyak orang untuk bersama-sama memajukan Ulos," ucapnya.

baca juga

"Sehingga tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang dan dapat dinikmati secara luas di pasar mancanegara dan dapat mendorong ekonomi kreatif khususnya di masyarakat kabupaten Dairi," imbuh Eddy. 


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Datang ke Jembrana, Ahok Disambut Bupati Dan Dikalungi Tenun Endek

Datang ke Jembrana, Ahok Disambut Bupati Dan Dikalungi Tenun Endek

Bali | Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:26 WIB

Penjualan Kain Tenun Baduy Meningkat

Penjualan Kain Tenun Baduy Meningkat

Foto | Sabtu, 02 Oktober 2021 | 18:40 WIB

Ini Pentingnya Peran Penenun Perempuan dalam Ekosistem Ulos

Ini Pentingnya Peran Penenun Perempuan dalam Ekosistem Ulos

Lifestyle | Sabtu, 25 September 2021 | 16:14 WIB

Terkini

Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?

Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:30 WIB

5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas

5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas

Tekno | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton

Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?

Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:04 WIB

8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah

8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali

Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali

Entertainment | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:26 WIB

Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel

Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:23 WIB

YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius

YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi

Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing

Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:05 WIB

×