alexametrics

6 Pengunjung Positif COVID-19, China Tutup Semua Objek Wisata

M. Reza Sulaiman
6 Pengunjung Positif COVID-19, China Tutup Semua Objek Wisata
Ilustrasi Covid-19 di China. (Dok. ANTARA)

Pemerintah kota Lanzhou di China menutup seluruh objek wisata dan tempat hiburan, menyusul ditemukannya kasus positif COVID-19 dari pengunjung.

Suara.com - Pemerintah kota Lanzhou di China menutup seluruh objek wisata dan tempat hiburan, menyusul ditemukannya kasus positif COVID-19 dari pengunjung.

Penutupan dilakukan juga karena beberapa wilayah di China dilaporkan terdapat kasus COVID-19, baik positif maupun tanpa gejala, sejak Minggu (17/10/2021).

Untuk mencegah meluasnya wabah COVID-19, tindakan pencegahan dan pengendalian dilakukan otoritas setempat, demikian media lokal.

Otoritas di Ibu Kota Provinsi Gansu tersebut memperingatkan warganya tidak meninggalkan kota itu jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Baca Juga: Update Rabu 20 Oktober: Tambah 103, Kasus Covid-19 Jakarta Tembus 860.462 Orang

Jembatan kuno yang menjadi ikon Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, China, masih menjadi tempat favorit wisatawan dan warga lokal. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Jembatan kuno yang menjadi ikon Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, China, masih menjadi tempat favorit wisatawan dan warga lokal. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Kalau ada kepentingan yang mendesak, maka harus bisa menunjukkan kartu kesehatan dan keterangan hasil negatif tes PCR dalam 48 jam terakhir.

Karyawan perusahaan swasta dan staf instansi pemerintah di semua tingkatan di Lanzhou harus melapor jika terpaksa harus meninggalkan kota yang dikelilingi Gurun Gobi itu.

Warga sangat tidak dianjurkan mengikuti pertemuan yang melibatkan orang banyak.

Arena permainan mahyong yang biasanya melibatkan kalangan lansia, kamar mandi umum, karaoke, bar, dan tempat umum lainnya ditutup sementara.

Pertunjukan, pameran, dan kegiatan massal juga dibatalkan.

Baca Juga: Hari Pertama Ujicoba, Belasan Ribu Wisatawan Padati Objek Wisata di Bantul

Demikian pula tempat-tempat ibadah di kota yang banyak dihuni etnis minoritas Muslim Hui itu juga ditangguhkan sementara.

Komentar