Lewat PATRIOT, 44 Pasar Tradisional di Surakarta Mulai Berlakukan Transaksi non Tunai

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:53 WIB
Lewat PATRIOT, 44 Pasar Tradisional di Surakarta Mulai Berlakukan Transaksi non Tunai
Ilustrasi cashless alias pembayaran non-tunai (istockphoto)

Suara.com - Pembayaran cashless atau non tunai seolah telah menjadi gaya hidup baru dalam era digital. Kota Surakarta, Jawa Tengah, bahkan menjadi pelopor dalam peluncuran program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah atau PATRIOT bersama Grab dan OVO.

Lewat program tersebut, setiap penjual dan pembeli di 44 pasar tradisional di Surakarta cukup melakukan transaksi dengan pembayaran melalui OVO.

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, pembayaran secara cashless bisa mempermudah proses jual beli, baik untuk penjual, pembeli, hingga kepala dinas.

“Sudah ada 44 pasar tradisional yang kami siapkan untuk onboarding, termasuk diantaranya Pasar Legi dan Purwasari," kata Gibran dalam konferensi pers virtual peluncuran PATRIOT, Kamis (21/10/2021).

Meski sudah mulai berjalan transaksi jual beli secara cashless, diakui Gibran, masih perlu diperluas edukasi kepada penjual dan pembeli agar terbiasa dengan situasi Pandemi Covid-19 yang memaksa semua pihak untuk lebih melek digital.

Selain itu, dengan adanya program Grab OVO PATRIOT juga diharapkan membantu para UMKM dalam mengembangkan usahanya.

“Kolaborasi Grab dan OVO diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang masuk ke platform digital terutama pedagang pasar tradisional sebagai upaya mendukung target pemerintah mencapai 30 juta UMKM di 2024. Di Kota Solo sendiri, saat ini tercatat ada 82.531 UMKM yang beroperasi, dan kami percaya setiap UMKM ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar untuk dapat berkembang pesat di ranah digital," kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Digitalisasi Pasar di Solo saat ini terdiri dari empat zona pasar dan UMKM Solo, yaitu Pasar Gede, Pasar Nusukan - Pasar Gilingan, Pasar Jongke - Pasar Kembang, dan Pasar Kliwon. Grab bersama OVO melakukan edukasi dan adopsi platform digital (onboarding) pedagang pasar ke dalam ekosistem digital dan metode pembayaran QRIS.

Setelah bergabung dengan ekosistem Grab dan OVO, para pedagang pasar mendapatkan insentif dana bergulir sebagai fasilitas penyelesaian transaksi di hari yang sama.

Baca Juga: Grab dan OVO Luncurkan Patriot Untuk Dukung Digitalisasi Daerah

Dipilihnya Surakarta menjadi kota percontohan, diungkapkan Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, karena dinilai pemerintah daerahnya telah mampu memanfaatkan teknologi dalam Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP).

"Untuk itu OVO telah menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dalam menyediakan layanan pembayaran PBB di kota Surakarta," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI