alexametrics

Lewat PATRIOT, 44 Pasar Tradisional di Surakarta Mulai Berlakukan Transaksi non Tunai

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Lewat PATRIOT, 44 Pasar Tradisional di Surakarta Mulai Berlakukan Transaksi non Tunai
Ilustrasi cashless alias pembayaran non-tunai (istockphoto)

Kota Surakarta, Jawa Tengah, menjadi pelopor dalam peluncuran program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah atau PATRIOT bersama Grab dan OVO.

Suara.com - Pembayaran cashless atau non tunai seolah telah menjadi gaya hidup baru dalam era digital. Kota Surakarta, Jawa Tengah, bahkan menjadi pelopor dalam peluncuran program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah atau PATRIOT bersama Grab dan OVO.

Lewat program tersebut, setiap penjual dan pembeli di 44 pasar tradisional di Surakarta cukup melakukan transaksi dengan pembayaran melalui OVO.

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, pembayaran secara cashless bisa mempermudah proses jual beli, baik untuk penjual, pembeli, hingga kepala dinas.

“Sudah ada 44 pasar tradisional yang kami siapkan untuk onboarding, termasuk diantaranya Pasar Legi dan Purwasari," kata Gibran dalam konferensi pers virtual peluncuran PATRIOT, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Grab dan OVO Luncurkan Patriot Untuk Dukung Digitalisasi Daerah

Meski sudah mulai berjalan transaksi jual beli secara cashless, diakui Gibran, masih perlu diperluas edukasi kepada penjual dan pembeli agar terbiasa dengan situasi Pandemi Covid-19 yang memaksa semua pihak untuk lebih melek digital.

Selain itu, dengan adanya program Grab OVO PATRIOT juga diharapkan membantu para UMKM dalam mengembangkan usahanya.

“Kolaborasi Grab dan OVO diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang masuk ke platform digital terutama pedagang pasar tradisional sebagai upaya mendukung target pemerintah mencapai 30 juta UMKM di 2024. Di Kota Solo sendiri, saat ini tercatat ada 82.531 UMKM yang beroperasi, dan kami percaya setiap UMKM ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar untuk dapat berkembang pesat di ranah digital," kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Digitalisasi Pasar di Solo saat ini terdiri dari empat zona pasar dan UMKM Solo, yaitu Pasar Gede, Pasar Nusukan - Pasar Gilingan, Pasar Jongke - Pasar Kembang, dan Pasar Kliwon. Grab bersama OVO melakukan edukasi dan adopsi platform digital (onboarding) pedagang pasar ke dalam ekosistem digital dan metode pembayaran QRIS.

Setelah bergabung dengan ekosistem Grab dan OVO, para pedagang pasar mendapatkan insentif dana bergulir sebagai fasilitas penyelesaian transaksi di hari yang sama.

Baca Juga: Panduan CHSE Penyelenggaraan Event yang Wajib Diketahui

Dipilihnya Surakarta menjadi kota percontohan, diungkapkan Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, karena dinilai pemerintah daerahnya telah mampu memanfaatkan teknologi dalam Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP).

Komentar