Chef Degan Ungkap Kelemahan Pelaku UMKM Kuliner, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 25 Oktober 2021 | 18:10 WIB
Chef Degan Ungkap Kelemahan Pelaku UMKM Kuliner, Apa Saja?
Ilustrasi UMKM Kuliner. (Pixabay/zealot-q)

Suara.com - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sektor kuliner menjadi kelompok usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Hal itu salah satunya terungkap dalam survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama SMESCO Kementerian UMKM dan Koperasi serta OK OCE.

Dalam webinar “Bosch Virtual Chef", Chef Degan Septoadji, mengatakan bahwa dirinya kerap menemukan tantangan dan kelemahan pada pelaku UMKM kuliner. Hal pertama yang kerap ia temukan ialah persoalan konsistensi.

“Kelemahan yang sering saya temui pada pelaku usaha kuliner di Indonesia adalah kualitas makanan yang belum konsisten," ujar Chef Degan.

Oleh karena itu, lanjut Chef Degan, standardisasi kualitas menjadi kunci utama yang sangat ia tekankan kepada rekan-rekan UMKM dalam Bosch Virtual Chef ini.

Ilustrasi memasak Chinese Food (Pixabay @paxels)
Ilustrasi memasak Chinese Food (Pixabay @paxels)

"Tidak saja mengenai rasa, tetapi juga tampilan dan kebersihan makanan hasil produksi mereka,“ jelas Chef Degan Septoadji selaku mentor ahli dan dewan juri Bosch Virtual Chef.

“Tak kalah penting adalah pengemasan makanan: amankah saat diantarkan kurir, dan mudah/tidaknya ketika dikonsumsi pelanggan. Elemen ini semakin krusial mengingat transaksi online-lah yang menjadi penyelamat bisnis kuliner di Indonesia selama wabah COVID-19, bahkan diprediksi tumbuh kian pesat pascapandemi nanti,” tambahnya.

Selain itu, hasil survei Bosch mendapati bahwa pelaku UMKM kuliner Indonesia mengaku paling membutuhkan tiga bentuk dukungan. yaitu: 1) peningkatan keterampilan memasak; 2) peningkatan eksistensi usaha secara daring (online), dan 3) peningkatan kemampuan strategi operasi bisnis.

Temuan itu selaras dengan kendala yang dihadapi UMKM Indonesia untuk “naik kelas” (rumusan Kementerian Koperasi dan UKM), yaitu: kemampuan sumber daya manusia, serta kemampuan produksi dan pemasaran.

"Mengambil peran sebagai partner pengaktif yang memfasilitasi para pelaku usaha dengan keterampilan lebih lanjut. Bukan hanya kepiawaian memasak, tetapi juga manajemen bisnis," ujar Manager, Corporate Communications & Brand Management, Bosch di Indonesia, Shinta Maryke.

Baca Juga: Usung Konsep Jualan yang Lagi Viral, Warmindo Ini Malah Sepi Pelanggan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI