Psikolog Ungkap Serba-serbi Dunia Kerja dan Dilema Jadi Generasi Sandwich

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 08 November 2021 | 16:33 WIB
Psikolog Ungkap Serba-serbi Dunia Kerja dan Dilema Jadi Generasi Sandwich
Ilustrasi. [Unsplash]

Suara.com - Masalah karir merupakan tema yang tak habis-habisnya dibahas oleh para pencari kerja maupun profesional yang berpengalaman. Apalagi pekerjaan bukan hanya tentang melakukan tugas tetapi juga mencari penghasilan, seperti gaji untuk menunjang hidup.

Tapi bekerja lebih dari sekadar gaji melainkan juga memiliki aspek lain seperti ambisi untuk meningkatkan kemampuan serta berharap bisa mendapat jabatan yang tinggi.

Omong-omong soal pekerjaan, ada perbedaan pekerjaan zaman dulu dan zaman sekarang. hal ini diungkap oleh Psikolog Mellissa Catalina saat berbicara dalam acara Webinar Career vs Family, How To Have A Healthy Work-Life Balance, Sabtu (6/11/2021).

"Bahkan orangtua kita, ketika memandang pekerjaan kita, tentu beda banget sama zaman mereka," ungkap Mellissa Catalina.

"Kita bekerja merupakan bagian dari hidup. Dan di zaman sekarang, semua pekerjaan bisa diakses lewat digital. Seperti mengirim email misalnya," lanjut Mellissa.

Perkembangan teknologi digital juga membuat masyarakat bisa melakukan beragam macam sekaligus salah satunya bekerja sambil berbelanja. Berbeda dengan zaman dulu, di mana belum ada yang namanya perkembangan digital termasuk perangkat handphone, sehingga tidak bisa ke mana-mana selain di kantor.

Dilema Jadi Sandwich Generation
Dalam acara yang sama Mellissa juga mengungkapkan fenomena lain yang banyak dialami oleh pekerja muda.

Fenomena tersebut adalah fenomena sandwich generation. Kondisi ini menggambarkan ketika anak harus ikut membantu membiayai orangtua yang telah memasuki masa pensiun. Bersamaan dengan itu, mereka juga dibebani untuk membiayai kebutuhan keluarga beserta adik-adiknya.

Meski membantu keluarga adalah hal yang wajar, tapi jika tidak ada kebutuhan diri sendiri seperti tabungan masa depan, itu membuat anak kewalahan dan tidak punya pegangan investasi.

baca juga

Lebih parahnya, anak bisa saja dijadikan alat investasi oleh keluarganya, di mana anak dituntut untuk membahagiakan orangtua lewat materi, dengan alibi ‘berbakti kepada orangtua’.

Di samping itu, masih ada sebagian orang yang kewalahan ketika menghadapi situasi sebagai sandwich generation, di mana ketika bekerja, anak ingin punya tabungan dan bisa membahagiakan dirinya sendiri.

"Banyak yang kewalahan menghadapi situasi ini. Mungkin kita atau kalian belum mengalami ini. Dan ini terjadi pada orangtua yang memasuki usia pensiun dan tidak kerja, sehingga mau nggak mau kita yang bantuin," ungkap Mellissa Catalina.

Menurutnya, anak yang terjebak menjadi generasi sandwich kerap merasa ditekan ketika harus membiayai semua kebutuhan keluarga dalam satu rumah. Mulai dari generasi atas hingga generasi di bawah seperti membiayai adik kandung.

"Jadi double tuh, dan mau nggak mau kita perlu duit yang banyak untuk mempersiapkan hal ini. Belum lagi orangtua tambah usia dan perlu biaya buat kesehatan," lanjutnya.

"Kalau di zaman orangtua kita dulu, mereka punya saudara yang banyak dan bisa patungan buat bantu orangtua. Tapi di generasi sekarang cuma dua dan hanya anak tunggal. Mau nggak mau kita nggak bisa patungan ke siapa-siapa, dan itu malah jauh lebih berat," ungkap Mellissa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikolog: Work Life Balance, Hindari Kerja Berlebihan

Psikolog: Work Life Balance, Hindari Kerja Berlebihan

Lifestyle | Senin, 08 November 2021 | 13:38 WIB

Lakukan 5 Hal Ini Agar Suamimu Semangat Bekerja!

Lakukan 5 Hal Ini Agar Suamimu Semangat Bekerja!

Your Say | Minggu, 07 November 2021 | 21:00 WIB

Kerja di Luar Kota, Wanita Nangis Diperlakukan Begini Sama Ibu Pacarnya

Kerja di Luar Kota, Wanita Nangis Diperlakukan Begini Sama Ibu Pacarnya

Hits | Minggu, 07 November 2021 | 10:39 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×