3 Teori Evolusi dalam Pelajaran Sosiologi

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 25 November 2021 | 10:17 WIB
3 Teori Evolusi dalam Pelajaran Sosiologi
Ilustrasi Teori Evolusi. (Pixabay)

Suara.com - Dalam sejarah peradaban manusia, dikenal dengan istilah teori evolusi yang memprediksi asal muasal manusia yang sudah ada sejak zaman purba.

Salah satu lahirnya teori evolusi disebabkan karena adanya perubahan sosial, yakni perubahan yang terjadi di masyarakat hingga mempengaruhi sistem sosial di sekitarnya.

Mengutip Ruang Guru, Kamis (25/11/2021), berikut ini beberapa teori evolusi yang perlu diketahui dan sering dibahas dalam mata pelajaran Sosiologi.

Teori evolusi beranggapan bahwa perubahan sosial terjadi secara lambat dan bertahap di dalam sistem masyarakat.

Masyarakat berubah dan berkembang dari tahap peradaban sederhana menuju tahap peradaban yang lebih kompleks.

1. Teori evolusi unilinear
Kategori unilinear ini beranggapan bahwa semua masyarakat mengikuti garis yang sama dalam perubahan sosial.

Setiap masyarakat berubah dari kehidupan yang sederhana ke yang lebih kompleks dengan masing-masing kelompok masyarakatnya akan melewati urutan perubahan yang sama.

Teori ini mempercayai bahwa masyarakat mengalami perkembangan kebudayaan yang terus maju menuju kehidupan yang lebih modern.

Contohnya, kelompok masyarakat yang sebelumnya primitif berubah menjadi masyarakat industri yang modern.

baca juga

2. Teori evolusi universal
Berbeda dengan teori evolusi unilinear, kategori teori evolusi yang satu ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui suatu perubahan tertentu yang sifatnya tetap, karena pada dasarnya kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.

Contohnya, perkembangan masyarakat homogen menuju heterogen. Misalnya, sejak awalnya suatu kelompok masyarakat hanya tahu satu jenis pekerjaan atau profesi yang sama, kemudian berkembang menjadi banyak jenis profesi.

3. Teori evolusi multilinear
Multilinear menggantikan cara pandang unilinear. Kategori teori evolusi multilinear ini menyatakan bahwa perubahan sosial bisa terjadi dalam beragam cara, tidak dalam satu garis evolusi yang sama.

Tetapi dari cara-cara itu akan mengarah ke tujuan yang sama. Misalnya, perubahan sistem mata pencaharian yang ada di masyarakat, dari sistem berburu menuju sistem pertanian, sehingga memberikan efek ke sistem dan pola ke keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Globalisasi, Karakteristik, Gejala, dan Contohnya

Apa Itu Globalisasi, Karakteristik, Gejala, dan Contohnya

Lifestyle | Sabtu, 20 November 2021 | 11:53 WIB

Terkesan Sama, Ini Arti dan Perbedaan Kerja Sama, Asimilasi Serta Akulturasi

Terkesan Sama, Ini Arti dan Perbedaan Kerja Sama, Asimilasi Serta Akulturasi

Lifestyle | Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:23 WIB

Hadapi Tekanan Ekonomi karena Pandemi Covid-19, Perempuan Rentan Terjerat Pinjol

Hadapi Tekanan Ekonomi karena Pandemi Covid-19, Perempuan Rentan Terjerat Pinjol

Jogja | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Terkini

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

×