alexametrics

5 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bisa Berakibat Buruk Jika Tetap Dikonsumsi

Arendya Nariswari
5 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bisa Berakibat Buruk Jika Tetap Dikonsumsi
ilustrasi hamil, kehamilan, bayi. [Envato Elements]

Wajib memilah asupan demi si kecil, simak 5 makanan yang dilaran untuk ibu hamil berikut ini.

Suara.com - Saat memasuki masa kehamilan, tentu saja para calon ibu dengan sungguh-sungguh berusaha memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi yang sedang dikandungnya. Lalu adakah makanan yang dilarang untuk ibu hamil semasa mengandung?

Ya, ternyata ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketika masa kehamilan.

Apa saja makanan yang tidak boleh dimakan ibu saat hamil? Dan bagaimana efek yang bisa ditimbulkan jika makanan itu tetap masuk ke dalam plasenta bayi?

Yuk, simak artikel berikut!

Baca Juga: 10 Makanan Khas Palembang Selain Pempek, Rasanya Istimewa dan Wajib Dicoba!

5 makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil

1. Sushi

Ilustrasi sushi (pixabay/born_in_88)
Ilustrasi sushi (pixabay/born_in_88)

Makanan khas Jepang yang cukup populer di Indonesia ini sebaiknya dihindari terlebih dahulu saat hamil. Pasalnya, beberapa jenis sushi menggunakan bahan utama berupa seafood setengah matang bahkan mentah.

Makanan setengah matang atau mentah sangat berbahaya bagi janin, karena terkadang masih ada cacing parasit di daging tersebut.

2. Kerang mentah

Baca Juga: Tak Hanya Mengatasi Rasa Mual, Ini 7 Manfaat Sirsak untuk Ibu Hamil

Ilustrasi kerang. (Pixabay/jsbaw1)
Ilustrasi kerang. (Pixabay/jsbaw1)

Pada dasarnya, ibu hamil dilarang untuk makan semua olahan laut yang masih mentah, terutama kerrang.

Menurut jurnal U.S Library of Medicine, beberapa virus, bakteri, serta parasit di dalam kerrang mentah seperti Salmonella, Vibrio, dan Listeria dapat menyebabkan infeksi.

Ibu hamil yang terkontaminasi bakteri serta virus seperti di atas dapat mengalami diare hingga dehidrasi yang membuat mereka lemah.

3. Kecambah mentah

ilustrasi tauge kecambah (Shutterstock/inewsfoto)
ilustrasi tauge kecambah (Shutterstock/inewsfoto)

Sayuran memang bagus untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Tetapi, tidak dengan kecambah mentah, semanggi, hingga kacang hijau karena di dalamnya berpotensi terdapat kontaminasi Salmonella.

Kecambah umumnya hidup di lingkungan yang lembab di mana di situ pulalah, bakteri tumbuh dengan suburnya dan sangat sulit dibersihkan. Oleh karena itu, pastikan kecambah benar-benar matang saat memasaknya.

4. Minuman berkafein

Ilustrasi kopi. (Pixabay)
Ilustrasi kopi. (Pixabay)

Bagi sebagian orang minuman berkafein memang sangat membantu dalam konsentrasi mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Namun bagi ibu hamil, minuman berkafein seperti kopi justru harus dihindari.

Kafein sangat mudah terserap masuk ke dalam plasenta, sedangkan plasenta dan bayi tidak memiliki enzim yang dapat memetabolisme kafein, sehingga kafein hanya akan menumpuk tanpa terolah di dalam plasenta.

5. Telur

Ilustrasi telur rebus (Shutterstock).
Ilustrasi telur rebus (Shutterstock).

Telur merupakan salah satu makanan tinggi protein yang baik untuk dikonsumsi. Namun, pastikan untuk mengonsumsi telur dalam keadaan matang sempurna supaya terhindar dari kontaminasi Salmonella.

Infeksi Salmonella dapat mengakibatkan ibu hamil mual, muntah, hingga diare yang tentunya menyiksa.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Komentar