alexametrics

Tiket.com Bersama Pelaku Industri Pariwisata Rancang Strategi untuk Hadapi Tahun 2022

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna
Tiket.com Bersama Pelaku Industri Pariwisata Rancang Strategi untuk Hadapi Tahun 2022
Sandiaga Uno dan Gaery Undarsa pada webinar nasional tiket.com (Istimewa/tiket.com)

Tahun 2022 sudah di depan mata, tiket.com menggelar webinar nasional untuk memproyeksikan pariwisata setelah vaksinasi.

Suara.com - Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi para pelaku industri pariwisata. Saat perlahan denyut pariwisata mulai bangkit, Covid-19 kembali menyerang dengan ganas.

Meski demikian, hal tersebut tak mematahkan semangat para pelaku industri pariwisata. Dengan beragam upaya, pariwisata mampu tetap bertahan di tengah ketidakpastian.

Menilik hal ini, tiket.com mengadakan webinar nasional dengan tema 'Tourism and Creative Economy Industry Recovery Strategies Post-Vaccination'. Acara ini menghadirkan para tokoh pembicara yang kredibel dan kompeten dalam bidangnya.

Webinar yang diselenggarakan pada Kamis (9/12/2021) ini membahas pemulihan serta peluang pariwisata era pasca vaksinasi di tahun 2022. Adanya vaksinasi secara menyeluruh pada publik bisa menjadi angin segar bagi para pelaku industri pariwisata.

Baca Juga: Bobby Nasution Dorong Penggunaan PeduliLindungi di Ruang Publik

Seminar nasional tiket.com tentang ulasan pariwisata di 2021 dan proyeksi di 2022 (Suara.com/Hiromi)
Seminar nasional tiket.com tentang ulasan pariwisata di 2021 dan proyeksi di 2022 (Suara.com/Hiromi)

"Industri pariwisata paling terdampak selama pandemi ini, termasuk tiket.com. Karena itulah pentingnya kita saling mendukung satu sama lain. Webinar nasional kali membahas soal apa saja yang sudah dilalui pada 2021 dan bagaimana proyeksi wisata di thaun 2022 mendatang setelah vaksinasi, agar nantinya para pelaku industri pariwisata ini bisa lebih siap," ungkap Gaery Undarsa selaku Co-founderand Chief Marketing Office tiket.com.

Pandemi Covid-19 tak dipungkiri telah membuat sektor pariwisata terdampak serius. Kunjungan wisatawan yang menurun tajam telah membuat sebanyak 34 juta orang Indonesia yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terkena dampaknya.

Diperkirakan 2 juta pekerja wisata kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Namun, keberhasilan pemerintah menyelenggarakan program vaksinasi nasional dan mengendalikan pandemi, secara perlahan membuat industri pariwisata kembali pulih.

Menteri Pariwisara dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, cukup optimis dengan industri pariwisata di tahun 2022 mendatang. Dengan adanya kolaborasi antar pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan juga wisatawan, pariwisata Indonesia akan bangkit dan lebih cerah.

Menparekraf RI Sandiaga Uno pada webinar nasional tiket.com (Suara.com/Hiromi)
Menparekraf RI Sandiaga Uno pada webinar nasional tiket.com (Suara.com/Hiromi)

" Kami melihat ini sebagai sebuah semangat kebersamaan untuk percepatan dalam menggarap semua potensi online. Untuk digitalisasi. Kami ingin terus mengembangkan kerjasama dengan tiket.com. Kami berharap agar dapat terus maju dan berkembang hingga lebih holistik lagi. Kami yakin bahwa kepercayaan masyarakat akan kembali jika kita terus disiplin pada penerapan CHSE, fokus pada pariwisata berkualitas, transformasi digital, stimulus dan insentif,” ungkap Sandiaga Uno dalam sambutannya di webinar nasional yang diselenggarakan tiket.com, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Sudah Capai Target Vaksinasi Covid-19, Binda DIY Tetap Sisir Wilayah Tak Tersentuh Sleman

Selain itu, pelaku industri pariwisata juga optimis terhadap perkembangan pariwisata pasca vaksinasi di 2022 mendatang. Iwan Winarto selaku selaku Director of Sales and Marketing Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, mengatakan tekad kuat dan fleksibilitas menjadi kunci kesuksesan pariwisata di tengah ketidakpastian saat ini.

"Ketidakpastian karena Covid-19 seperti saat ini mungkin akan terus terjadi, tapi tentu kami berkeinginan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Situasi pandemi Covid-19 memang tak bisa diprediksi kedepannya, karena itulah fleksibilitas menjadi kunci di tengah ketidakpastian," ungkap Iwan dalam webinar tersebut.

Komentar