facebook

Begini Trik Agar Jualan Online Makin Cuan di Marketplace

Bimo Aria Fundrika
Begini Trik Agar Jualan Online Makin Cuan di Marketplace
Ilustrasi Belanja Online. (freepik)

Dengan semakin meningkatnya penjualan tentu persaingan antar penjual akan semakin ketat.

Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan tren penjualan online meningkat secara drastis. Terlebih saat pandemi Covid-19 saat semua kegiatan dilakuka secara online.

Kegiatan jual beli online itu paling banyak dilakukan di marketplace yang bertindak sebagai bertindak sebagai pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran.

Dengan semakin meningkatnya penjualan tentu persaingan antar penjual akan semakin ketat. Kini ada salah satu tools yang bisa meningkatkan penjualan dan pada akhirnya meningkatkan cuan yang didapatkan, yakni Insgiht Buss.

"Dengan tools ini, pengguna dapat memperoleh data dan insight dari Tokopedia, Shoppe, Lazada, JD.id, OLX dan Bukalapak," ujar CEO of Insight First Asia, Marlina Iryatie dalam keterangannya baru-baru ini.

Baca Juga: 5 Tips Jualan Online di Instagram, Perhatikan Foto dan Hashtag

Ilustrasi belanja online. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi belanja online. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Marlina mengatakan bahwa dengan tools tersebut, juga mengetahui berapa harga yang ditawarkan oleh pesaing, berapa penjualan yang dilakukan oleh pesaing, toko mana yang melakukan penjualan terbanyak, area mana yang paling banyak menjual serta informasi lainnya yang dapat ditarik secara real time.

Pemilik usaha dan merek dapat bersaing di pasar online dan tetap terdepan dalam persaingan dengan dukungan data ini.

"Jadi seller mampu mengetahui potensi penjualan di marketplace, mengetahui potensi kerjasama dengan merchant-merchant besar di market place, memonitor penjualan produk sendiri, penjualan produk pesaing dan strategi penjualan kedepannya baik di e-commerce maupun di marketplace," kata Mar

Kemudian, penjual juga dapat mengungkap berbagai jenis pelanggaran potensial yang dapat memengaruhi merek, termasuk pemalsuan, pelanggaran merek dagang, atau pelanggaran hak cipta, paten, atau hak desain.

Baca Juga: 5 Cara Agar Jualan Online di Instagram Laris Manis, Pakai Cara Ini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar