facebook

Didapuk sebagai Pahlawan Pandemi, Ini Cerita Inspiratif 3 Milenial Aktivis Sosial

Ririn Indriani
Didapuk sebagai Pahlawan Pandemi, Ini Cerita Inspiratif 3 Milenial Aktivis Sosial
Program Rukita 'Home For Heroes' yang menggandeng Komunitas Turun Tangan berhasil memilih tiga milenial aktivis sosial yang memiliki program inspiratif selama pandemi.

Tiga milenial aktivis sosial pemenang Home For Heroes ini memiliki program inspiratif selama pandemi. Apa saja? Simak cerita mereka yang sarat dengan nilai kemanusiaan ini.

Suara.com - Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia setahun belakangan ini mendorong setiap masyarakat untuk tetap berjuang dan bertahan dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di masyarakat.

Tak hanya para tenaga kesehatan yang menjadi pahlawan di garda terdepan, berbagai elemen masyarakat terjun langsung berkontribusi ke masyarakat meringankan beban akibat dampak pandemi, termasuk kemunculan pahlawan-pahlawan pandemi yang memiliki inisiatif-inisiatif positif dalam membawa perubahan baik di sekitarnya.

Berangkat dari kemunculan para pahlawan pandemi inilah, Rukita menggelar Program “Home For Heroes”. Program yang menggandeng Komunitas Turun Tangan tersebut, kata Sabrina Soewatdy, CEO Rukita, berhasil memilih tiga milenial aktivis sosial yang memiliki program inspiratif selama pandemi.

“Kami memberikan kesempatan bagi para ‘Hero’ untuk tinggal di unit kami secara gratis selama 6 bulan.” kata Sabrina dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Inspiratif, Sosok Keibuan Ini Ternyata Pemimpin Perempuan di Kawasan Industri di KalTim

Sosok milenial inspiratif penerima program "Home For Heroes" yang pertama yakni, Muhammad Alif Maulana (23), mahasiswa, inisiator program ‘Cebanan’ (Charity Tanpa beban) yang menerima unit Rukita RKBM Gandaria Jakarta Selatan.

Melalui program ‘Cebanan’, ia mengajak rekan-rekannya di kampus dan lingkungan tinggalnya di Tangerang untuk bersama-sama mengumpulkan donasi untuk diberikan kepada orang-orang tidak mampu di sekitar Tangerang dan Jakarta.

Donasi diberikan kepada para fakir miskin di jalanan , pemulung keliling, hingga panti asuhan yang disebarkan bersama teman-temannya.

“Ke depannya saya ingin membuat program ‘Cebanan’ ini terus berkelanjutan tak hanya selama pandemi. Dan saya senang sekali dengan Program Home For Heroes ini, yang memberikan apresiasi kepada saya, yang kebetulan sangat membutuhkan hunian yang dekat dengan kampus saya. Saya berharap apa yang saya lakukan dapat menginspirasi teman-teman milenial lainnya,” ungkap Alif.

Kedua, Marizka Witya Putrini (28), karyawan swasta, yang menerima unit Rukita Permata Tomang, Jakarta Barat. Ia memiliki inisiasi untuk mempromosikan produk-produk umkm di sosial media milik pribadinya.

Baca Juga: 5 Transformasi Maudy Ayunda, dari yang Imut Sampai Jadi Sosok Inspiratif

Tak hanya itu, Marizka juga berbagi ilmu digital marketing ke para UMKM di sekitar tempat tinggalnya di Bogor dan Jakarta di tengah pandemi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar