facebook

Penyelenggara Bagikan Proses Ibadah Umrah di Masa New Normal Pandemi Covid-19

Risna Halidi
Penyelenggara Bagikan Proses Ibadah Umrah di Masa New Normal Pandemi Covid-19
Ilustrasi: Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yasser Bakhsh/foc.

Selain beribadah umrah, rombongan juga 'bertugas' menguji sistem perjalanan umrah di masa new normal.

Suara.com - Kementerian Agama telah membuka kembali program ibadah umrah ke Tanah Suci pada 8 Januari 2022 ini. Sebelumnya pada 30 Desember 2021 lalu, sebanyak 53 jemaah umrah Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Mereka adalah para pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji khusus (PPIU/PIHK) yang tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau Amphuri.

Dikutip dari siaran pers ABT Travel, umrah perdana tersebut berlangsung selama 13 hari dan jemaah dianggkut menggunakan pesawat SV Saudia. Setelah tiba di Jeddah, Arab Saudi, jemaah melakukan karantina selama empat malam lima hari di dalam hotel.

Setelah karantina selesai, jemaah melanjutkan perjalanan ibadah mereka di Tanah Suci yaitu ke Madinah selama tiga malam, dan ke Mekah selama empat malam.

Baca Juga: Hasil Survei Elektabilitas AHY Naik, Demokrat Sebut Hasil Kerja Bantu Rakyat

Dikatakan Direktur Utama ABT Travel Saipul Bahri, kelompok ini menjadi rombongan umrah perdana yang diberangkatkan dari Indonesia. Selain beribadah umrah, rombongan juga 'bertugas' menguji sistem perjalanan umrah di masa new normal.

Belum lama ini, perusahaan layanan pendukung haji dan umrah milik Saipul Bahri juga baru meneken kontrak dengan sejumlah hotel baru di Mekah dan Madinah, yang nantinya dapat digunakan jemaah umrah Indonesia.

Kata Saipul, penandatanganan kontrak hotel tersebut dapat menjadi angin segar bagi para PPIU dan calon jemaah di Indonesia.

"Kami terus melakukan persiapan, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah. Kami berkomitmen untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah selama umrah. Salah satunya dengan menyediakan akomodasi hotel yang representatif," jelas dia dikutip dari siaran pers, Rabu (12/1/2022).

Bisnis layanan pendukung haji dan umrah mencakup pelayanan penginapan (hotel), tiket pesawat, dan land arrangement (LA) segala keperluan haji dan umrah di Mekkah.

Baca Juga: 419 Jemaah Umrah Berangkat di Tengah Omicron, Menko Luhut Bicara Faktor Keamanan

Saat ini, ABT Travel mengelola beberapa hotel di Mekkah dan Madinah yang berada di lokasi strategis, antara lain Le Meridien, Elaf Mashaer, Fajr Badee, Mawadah Sofwa, dan Sham Province dengan total kamar yang tersedia mencapai 889 kamar per bulan.

Di bisnis tiket, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Citilink dan Etihad.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar