alexametrics

Pandemi, Okupansi Hotel di Kawasan Industri Lebih Susah Naik

Vania Rossa | Lilis Varwati
Pandemi, Okupansi Hotel di Kawasan Industri Lebih Susah Naik
Batiqa Hotel & Apartement di kawasan industri Surya Cipta, Karawang. (Suara.com/Lilis Varwati)

Perbaikan okupansi hotel di kawasan bisnis sangat bergantung dengan kebijakan aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah.

Suara.com - Bisnis hotel merupakan salah satu yang terdampak cukup parah akibat kondisi pandemi Covid-19. Tidak hanya hotel dengan bidikan pasar traveler, tapi hotel bisnis di kawasan industri juga kena imbas wabah virus corona tersebut.

Salah satunya dialami Batiqa Hotel & Apartement yang ada di kawasan industri Surya Cipta, Karawang. Dibandingkan hotel di kota lain, Batiqa Hotel Karawang menjadi yang paling lambat kenaikan okupansi kamarnya, meski Covid-19 kini telah lebih landai.

General Manager Batiqa Hotel & Apartemen Karawang Dinah Puja Astuti mengatakan, kondisi itu diperngaruhi target market yang berbeda.

"Kalau Batiqa yang lain mungkin domestik market lebih kuat. Tapi kami di kawasan industri Surya Cipta, expat (pekerja asing) kami banyak bertahan. Jadi sebelum pandemi, market Batiqa Karawang 61 persen expat. Karena kita punya apartemen, di kawasan industri, banyak orang asing," kata Dinah ditemui di Karawang, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: 8 Potret Hotel Tempat Raisa Menginap di AS, Kamar Tidurnya Seperti Karya Seni

"Sementara hotel yang lain, memang market expat tidak banyak, jadi survive atau cenderung lebih cepat survive. Kalau kami begitu lintas batas negara dibuka, baru bagus," imbuhnya.

Sehingga, menurutnya, perbaikan okupansi hotel di kawasan bisnis sangat bergantung dengan kebijakan aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah. Apabila pintu masuk internasional kembali ditutup atau diperketat, otomatis hotel bisnis juga akan ikut sepi.

"Sebelum pandemi kita enak saja. Karena traveller banyak. Tapi sejak pandemi, ketentuan PPKM, work from home, work from office, itu sangat mempengaruhi. Karena ketika WFH, mereka gak ke pabrik, ya restoran saya juga ikut sepi," tuturnya.

Kondisi itu yang menurutnya menjadi tantangan yang cukup berat. Saat aturan perjalanan internasional sedikit dilonggarkan, kurva bisnis hotel juga ikut naik.

"Challenge Jababeka dan Karawang. Tapi karena Jababeka cukup terbuka, masih bisa ambil dari market lain. Tapi kami, karena spesifik ada di kawasan industri, orang gak mungkin lewat tiba-tiba stay. Memang datang ke Karawang tujuannya atau awalnya bisnis," pungkasnya.

Baca Juga: Mewah dan Mahal, 5 Potret Hotel Karantina Artis Pulang dari Luar Negeri

Komentar