facebook

Benarkah Camilan Punya Manfaat Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Benarkah Camilan Punya Manfaat Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi mengemil. (sumber: Shutterstock)

Camilan tentu sering dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Suara.com - Ngemil snack alias makanan ringan menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat. Ada yang menganggap bahwa ngemil meningkatkan energi, tapi ada juga yang bilang bisa memperburuk kesehatan tubuh.

Benarkah demikian? Mengutip Dari Harvard Edu, riset pasar di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa mengonsumsi makanan ringan yang paling umum adalah buah-buahan, kue kering, keripik, es krim, permen, popcorn, minuman ringan, kerupuk, kue, susu, kacang-kacangan, dan yoghurt.

Camilan sering dikaitkan dengan penambahan berat badan. Data temuan menunjukkan, selama pandemi Covid-19 masyarakat Amerika Serikat lebih banyak ngemil makanan ringan, di antaranya orang berusia 35 tahun dan anak-anak berusia 18 tahun.

Ilustrasi wanita makan camilan.(Pexels/Pavel Danilyuk)
Ilustrasi wanita makan camilan.(Pexels/Pavel Danilyuk)

Walaupun makanan ringan dikaitkan dengan risiko negatif, ada manfaat dan kekurangannya jika Anda mengonsumsi makanan ringan. Ini dia!

Baca Juga: Resep Crab Rangoon Versi Ekonomis yang Mudah Dicoba di Rumah dan Dijamin Enak

Manfaat

  • Memberikan dorongan energi dalam beberapa jam, di antaranya waktu makan dan menurunkan kadar glukosa darah.
  • Membantu menurunkan nafsu makan, serta mencegah makan berlebihan di waktu berikutnya.
  • Memberi nutrisi ekstra jika mengonsumsi camilan seperti buah-buahan dan kacang-kacangan.
  • Dapat membantu menjaga kecukupan nutrisi.

Kekurangannya

  • Mengonsumsi camilan dapat menaikkan berat badan yang tidak diinginkan, jika porsi dan frekuensi ngemil terlalu banyak.
  • Terlalu banyak ngemil bisa mengurangi rasa lapar di jam waktu makan, sehingga ini menyebabkan seseorang melewatkan jam makan. Tentunya, ini bisa meningkatkan risiko kehilangan nutrisi penting.
  • Asupan makanan ringan dengan ultra-olahan hyper palatable, seperti garam, gula, lemak, rendah nutrisi dan tinggi kalori, dapat meningkatkan perubahan perilaku makan dan kualitas diet. Sehingga efeknya bisa menurunkan asupan makanan sehat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar