facebook

Sempat Viral Kereta Melintas di Tengah Jalan Slamet Riyadi Solo, Ternyata Begini Sejarahnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Hiromi Kyuna
Sempat Viral Kereta Melintas di Tengah Jalan Slamet Riyadi Solo, Ternyata Begini Sejarahnya
Ilustrasi kereta. (Shutterstock)

PT KAI mengungkapkan sejarah di balik perlintasan kereta di tengah jalanan Solo.

Suara.com - Bicara soal lintasan kereta api, tentu yang terpikir adalah rel kereta yang jauh dari keramaian. Namun, di Solo ada lintasan kereta api yang berdampingan dengan jalan raya.

Kereta yang melintas di tengah jalan raya ini sebelumnya sempat viral di sosial media. Akun TikTok resmi PT Kereta Api Indonesia, @kai121_ membagikan penjelasan tentang lintasan kereta di jalan raya tersebut.

Perlintasan kereta tersebut membelah jalanan pusat kota dan melewati Jalan Slamet Riyadi, Solo. Jalur ini adalah warisan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun sejak 1922.

Perlintasan ini menghubungkan Surakarta dan Wonogiri. Pada tahun 2009 sampai 2010, peremajaan rel dilakukan dan mengubahnya menjadi jenis R42.

Baca Juga: Bapak Modifikasi Kereta Dorong Anak Mirip Mobil-Mobilan, Warganet Malah Khawatir Lihat Bentuknya

Pada peremajaan ini, bantal rel yang semula kayu pun diubah menjadi beton. Kereta yang lewat di jalur ini adalah Kereta Wisata Uap Jaladara dengan sistem carter.

Kereta di jalanan Solo (TikTok @kai121_)
Kereta di jalanan Solo (TikTok @kai121_)

Selain itu, railbus Batara Kresna yang rutin melintas juga melalui jalur ini. Tak seperti kereta pada umumnya yang melintas cepat, kereta di jalur ini punya batas kecepatan yang berbeda.

Kereta yang melintas di sini dibatasi kecepatanya maksimal 20 kilometer per jam. Selain itu, kereta ini juga wajib membunyikan semboyan 35 sehingga tetap aman bagi warga yang juga lewat di jalur ini.

Video ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

"Buat sekelas daerah non ibu kota, Solo termasuk terbaik sih sistem transportasi umumnya. BRT ada, KRL ada, trem bus ada, kereta bandara juga ada," komentar seorang warganet.

Baca Juga: Terbaru, Ini Jadwal Kereta Bandara YIA dan Cara Pesan Tiketnya

Warganet lainnya ikut berkomentar. "Semoga Surabaya bisa seperti Surakarta karena dulu ada trem juga. Sayangnya sekarang sudah ditutup semua," ujar warganet ini.

"Pernah mau belok bannya selip di situ pas hujan. Terus jatuh nggak sakit tapi malu soalnya banyak orang," tulis warganet lainnya di kolom komentar.

Sementara itu, hingga Kamis (27/1/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 600 ribu kali di TikTok.

Untuk menonton video selengkapnya, klik di sini!

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar