Mengenal KDRT, Bentuk Kekerasan Paling Banyak Terjadi Tapi Dianggap Aib Oki Setiana Dewi

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 03 Februari 2022 | 16:50 WIB
Mengenal KDRT, Bentuk Kekerasan Paling Banyak Terjadi Tapi Dianggap Aib Oki Setiana Dewi
Potret Oki Setiana Dewi Dakwah (Instagram/@okisetianadewi)

Suara.com - Ceramah Oki Setiana Dewi baru-baru ini viral. Dalam video tersebut ia dianggap menormalkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ceramah itu menuai kritik publik, karena isi dari ceramahnya yang mengimbau agar istri menutupi aib kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam ceramahnya, kakak sulung Ria Ricis itu mencontohkan cerita tentang pasutri di Jeddah yang diklaimnya sebagai kisah nyata. Alkisah, pasangan suami-istri tersebut tengah bertengkar hingga sang suami memukul wajah istrinya.

"Ada sebuah kisah nyata di Jeddah, suami istri lagi bertengkar. Suaminya marah luar biasa pada sang istri, dipukul lah wajah sang istri. Kemudian istrinya menangis, tiba-tiba terdengar bel pintu rumah berbunyi," kata Oki, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Rabu (2/2/2022).

Lantas, orang tua si istri tiba-tiba datang dan mendapati anak mereka tengah menangis dengan mata sembap. Namun, istri yang menjadi korban KDRT itu menutupi aksi bengis sang suami dari orang tuanya.

Potret Oki Setiana Dewi Dakwah (Instagram/@okisetianadewi)
Potret Oki Setiana Dewi Dakwah (Instagram/@okisetianadewi)

"Ketika istrinya membuka (pintu), dalam keadaan sembap matanya, ternyata datang ibunya sang istri. Suaminya dari kejauhan deg-degan. Ya Allah, istriku ini pasti ngadu sama mertuaku bahwa tadi baru dipukul," katanya.

"Orang tuanya tanya ke si perempuan ini (bicara), 'Anakku kenapa? Kok kamu nangis matanya sembap begitu kenapa? Istrinya nangis menatakan, 'Ibu, Ayah ya Allah, aku tuh tadi berdoa sama Allah, aku rindu sama Ibu sama Ayah udah lama gak ketemu. Aku tuh nagis karena aku rindu sama Ibu sama Ayah. Eh taunya Allah langsung menjawab doaku, aku semakin terharu."

Lantas, apa sebenarnya sih yang dimaksud dengan KDRT? Benarkah itu aib. Dikutip dari situs Komnas Perempuan, KDRT atau domestic violence merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah personal.

Kekerasan ini banyak terjadi dalam hubungan relasi personal, dimana pelaku adalah orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban, misalnya tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri, ayah terhadap anak, paman terhadap keponakan, kakek terhadap cucu.

baca juga

Kekerasan ini dapat juga muncul dalam hubungan pacaran, atau dialami oleh orang yang bekerja membantu kerja-kerja rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut. Selain itu, KDRT juga dimaknai sebagai kekerasan terhadap perempuan oleh anggota keluarga yang memiliki hubungan darah.

Komite Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (General Recommendation No. 19 (1992) CEDAW Committee) menjelaskan bahwa kekerasan berbasis gender yang dimaksud adalah berbagai bentuk kekerasan baik kekerasan fisik, psikis, dan seksual yang terjadi yang berakar pada perbedaan berbasis gender dan jenis kelamin yang sangat kuat di dalam masyarakat.

Sedangkan bentuk-bentuk kekerasan yang tertuang di UU PKDRT adalah meliputi kekerasan fisik (Pasal 6), kekerasan psikis (Pasal 7), kekerasan seksual (Pasal 8), dan penelantaran rumah tangga (Pasal 9).

Data dari Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan pada tahun 2020, mencatat bahwa KDRT atau Ranah Personal masih menempati pada urutan pertama dengan jumlah 75,4 Persen dibandingkan dengan ranah lainnya. Sedangkan bentuk kekerasan terhadap perempuan di ranah personal yang tertinggi adalah kekerasan fisik berjumlah 4.783 kasus. Dari 11.105 kasus yang ada, maka sebanyak 6.555 atau 59 Persen adalah kekerasan terhadap istri.

Kekerasan terhadap anak perempuan juga meningkat 13 Persen, dan juga kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. Diantara kasus KDRT tersebut didalamnya ada kekerasan seksual (marital rape dan inses). Kasus kekerasan seksual di ranah personal yang paling tinggi adalah inses dengan jumlah 822 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! Seorang Anak di Majalengka Dicabuli 11 Orang Usai Dicekok Minuman Keras

Miris! Seorang Anak di Majalengka Dicabuli 11 Orang Usai Dicekok Minuman Keras

Jabar | Kamis, 03 Februari 2022 | 16:39 WIB

Tanggapi Ceramah Oki Setiana Dewi, Ustazah Lulung Mumtaza Tegas Suruh Korban KDRT Bersuara

Tanggapi Ceramah Oki Setiana Dewi, Ustazah Lulung Mumtaza Tegas Suruh Korban KDRT Bersuara

Entertainment | Kamis, 03 Februari 2022 | 16:11 WIB

5 Bisnis Oki Setiana Dewi, dari Busana Muslim Hingga Kuliner

5 Bisnis Oki Setiana Dewi, dari Busana Muslim Hingga Kuliner

Bisnis | Kamis, 03 Februari 2022 | 15:48 WIB

Terkini

7 Sandal Gunung Harga Rp100 Ribuan, Nyaman dan Mudah Kering untuk Outdoor

7 Sandal Gunung Harga Rp100 Ribuan, Nyaman dan Mudah Kering untuk Outdoor

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:21 WIB

Pipi Auto Fresh! 6 Blush On Nuansa Mauve yang Elegan untuk Daily Makeup

Pipi Auto Fresh! 6 Blush On Nuansa Mauve yang Elegan untuk Daily Makeup

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:20 WIB

Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic

Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 14:19 WIB

Bahas RUU Pemilu, DPR Buka Ruang Dengar Aspirasi Partai Non-Parlemen Akhir Pekan Ini

Bahas RUU Pemilu, DPR Buka Ruang Dengar Aspirasi Partai Non-Parlemen Akhir Pekan Ini

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:16 WIB

Fans Malaysia Ejek Indonesia Parkir Bus, Suporter Garuda Balik Menohok: 11 Lawan 10 Saja Tak Menang

Fans Malaysia Ejek Indonesia Parkir Bus, Suporter Garuda Balik Menohok: 11 Lawan 10 Saja Tak Menang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:14 WIB

Modus Ajak Jalan Lalu Cabuli Siswinya, Guru ASN di Situbondo Terancam Dipecat

Modus Ajak Jalan Lalu Cabuli Siswinya, Guru ASN di Situbondo Terancam Dipecat

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 14:14 WIB

Pungutan Liar kepada UMKM Bukan Tradisi yang Harus Dimaklumi

Pungutan Liar kepada UMKM Bukan Tradisi yang Harus Dimaklumi

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:10 WIB

Apakah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober Libur Nasional? Ini Jawabannya

Apakah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober Libur Nasional? Ini Jawabannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:10 WIB

Anggaran Habis, Program Mati: Ada yang Salah dengan Cara Pemerintah Bekerja

Anggaran Habis, Program Mati: Ada yang Salah dengan Cara Pemerintah Bekerja

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:10 WIB

Media Belanda Angkat Topi dengan Aksi Heroik Maarten Paes saat Lawan Malaysia

Media Belanda Angkat Topi dengan Aksi Heroik Maarten Paes saat Lawan Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:08 WIB

×