Suara.com - Banyak orang seringkali tidak sadar atau lupa menanyakan harga saat pergi ke sebuah restoran baru. Mereka hanya memesan hingga akhirnya tagihan datang dengan harga fantastis.
Pengalaman itu dialami oleh seorang warga Malaysia di Sibu yag pergi ke kedai kopi untuk menikmati semangkuk mi kuah yang enak
Tanpa berpikir panjang, dia memesan mii ikan dan melahapnya saat sudah datang. Ketika dia selesai dengan itu, dia meminta untuk membayar dan sangat terkejut karena harga satu mangguk mi kuah tersebut sekitar RP 200 ribu.
Melihat harga yang selangit, dia bertanya mengapa harganya begitu tinggi dan bosnya mengatakan itu karena mereka menggunakan ikan patin yang harganyaRp 650 ribu per kilo.

Mendengar ini, dia terpaksa membayar Rp 200 ribudan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menanyakan harganya terlebih dahulu.
Netizen pun dibuat kaget dan geli dengan kejadian ini dan ada yang mengatakan bahwa penjual tersebut tentunya bukan orang yang jujur.
“Apa maksudmu tidak menanyakan harganya? Bukankah seharusnya ada menu atau daftar harga di suatu tempat? Jadi jika pelanggan tidak menanyakan harganya maka tidak apa-apa untuk membebankan harga yang keterlaluan?" kata salah satu netizen.
“Eh kedai kopi! Kemudian, jika Anda makan semangkuk mi ini di restoran kelas atas, harganya mungkin RM600! Tempat ini 80 persen penipuan! Ada banyak pedagang yang tidak bermoral di mana-mana. Jadi jika Anda tidak melihat harganya, Anda harus mengkonfirmasinya dengan penjual untuk menghindari scammed! ”
Yang lain mempertanyakan apakah ikan patin benar-benar bernilai uang sebanyak itu.
“Satu bungkus daging ikan patin kurang dari Rp 30 rinbu untuk 1kg, jadi tidak mungkin setelah menambahkan mie harganya Rp 200 ribu. 1 kg daging ikan bisa digunakan untuk membuat banyak mangkok.”
Netizen lain menjawab,
“Patin itu banyak macamnya. Patin yang dibesarkan di dalam negeri tidak akan melebihi RM20 per KG. Jika ditemukan di alam liar, harga 1kg bisa mencapai ratusan dan tergantung varietasnya juga. Tetapi jarang bagi bisnis untuk menggunakan jenis liar karena harganya mahal. ”