Suara.com - Gorengan sudah sejak lama menjadi makanan yang begitu digemari oleh warga masyarakat Indonesia. Makan dan momen minum teh, rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran gorengan.
Sesekali boleh makan gorengan, tapi jika terlalu sering nantinya akan berakibat buruk untuk kesehatan. Jadi coba makan gorengan secara bijak dan secukupnya ya.
Seiring berjalannya waktu, sempat beredar kabar bahwa ada penjual usil yang menjual gorengan dengan menggunakan plastik ketika proses memasak.
Konon katanya, dengan menyertakan plastik ketika memasak gorengan akan menghasilkan tekstur kriuk.
Wah, lalu bagaimana ya cara membedakan gorengan asli dan KW? Nah, untuk lebih lengkapnya, yuk simak rangkuman dari laman Yukepo---Jaringan Suara.com berikut ini.
1. Mudah terbakar
Emang agak ekstrem sih percobaan ini, tapi coba deh bakar gorenganmu. Kalau mudah terbakar, berarti itu menggunakan plastik!
2. Meleleh saat dibakar
Dan ketika dibakar, tempe atau tahu goreng yang kamu beli akan meleleh layaknya plastik yang dibakar oleh api. Tapi hati-hati tanganmu ikut terbakar loh.
3. Disimpan beberapa jam teksturnya tetap renyah
Kalau gorengan yang kamu beli tetap renyah setelah kamu simpan beberapa jam, udah pasti itu digoreng menggunakan plastik. Hayooo sering ngeh gak kamu pas makannya tetap terasa renyah walaupun udah dingin?
4. Warnanya terlalu mencolok
Warna mencurigakan yang dimaksud adalah kalau warna gorenganmu itu terlalu mengkilap layaknya bintang di malam hari. Ya gak lah… Gak sampai segitunya sih, tapi kalau kamu melihat gorengan dengan warna yang terlalu mengkilap, kemungkinan itu digoreng menggunakan plastik. Dan setelah gorengan udah dingin, biasanya muncul bercak putih pada gorenganmu. Tapi kalau yang diteliti gorengan cireng.. gimana cara liat bercak putihnya ya? (Cireng kan warna putih! Hihiihi.. )
5. Menghitam sewaktu dibakar
Dan setelah selesai membakarnya, warna gorengan yang kamu bakar akan berubah menjadi warna hitam. Coba bayangin, warna hitam itu pindah ke tubuh kamu?! Hiii serem..