Sering Tertukar, Ini Beda Buku Fiksi dengan Buku Nonfiksi Serta Pengertian, Ciri dan Contohnya!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 06 April 2022 | 09:40 WIB
Sering Tertukar, Ini Beda Buku Fiksi dengan Buku Nonfiksi Serta Pengertian, Ciri dan Contohnya!
Ilustrasi Buku (pexels.com//8239819)

Suara.com - Secara umum, buku dibagi dalam dua jenis yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Tapi masih banyak yang belum mengetahui perbedaan kedua jenis buku tersebut.

Materi mengenai buku fiksi dan buku nonfiksi biasanya dibahas saat duduk di kelas 12 SMA sederajat. Tujuannya agar siswa bisa membedakan buku yang diadaptasi dari kisah nyata, atau hanya berdasarkan imajinasi dan khayalan semata.

Pengertian Buku Fiksi
Mengutip Ruang Guru, Selasa (6/4/2022) pengertian buku fiksi adalah buku yang berisi cerita rekaan, khayalan, atau tidak berdasarkan kenyataan.

Dalam buku fiksi, ide ceritanya berasal dari khayalan atau imajinasi penulis. Buku fiksi menggunakan bahasa kiasan atau tidak bermakna sebenarnya (konotatif). Tujuannya mengajak pembaca agar seolah-olah masuk ke dalam cerita.

Ilustrasi buku (Unsplash/Florencia Viadana)
Ilustrasi buku (Unsplash/Florencia Viadana)

Ciri khas utama dari buku fiksi yakni kejadiannya merupakan bukan kisah nyata, melainkan hanya karangan fiktif. Sang penulis harus mampu menciptakan alur cerita yang sangat menarik.

Alur cerita yang menarik itu ditulis berdasarkan kejadian yang tidak lazim atau terjadi di kehidupan nyata. Umumnya buku fiksi juga dikenal sebagai salah satu genre. Contoh buku fiksi adalah buku yang paling umum dan mudah ditemukan seperti novel atau kumpulan cerpen.

Pengertian Buku Nonfiksi
Buku nonfiksi adalah karangan yang dibuat berdasarkan kejadian nyata, atau disusun berdasarkan fakta.

Contoh buku nonfiksi yang umumnya kita ketahui yakni esai, jurnal, karangan ilmiah atau biografi.

Buku nonfiksi merupakan buku yang berisi kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Dalam buku nonfiksi, penulis membutuhkan pengamatan dan data sebagai bahan penulisan sehingga isi buku ini dapat dipertanggungjawabkan.

baca juga

Buku nonfiksi menggunakan bahasa denotatif atau bermakna sebenarnya, jadi pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku.

Oleh karena itu, buku nonfiksi sering dijadikan sumber informasi oleh para pembaca.

Buku nonfiksi bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Dari segi persiapan menulis buku nonfiksi, penulis juga harus mempersiapkan data atau melakukan kajian fakta dan riset ilmiah terlebih dahulu.

Agar karangan nonfiksi dapat bersifat objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ilustrasi buku (pexels)
Ilustrasi buku (pexels)

Ciri Buku Fiksi

1. Imajinatif
Buku fiksi bersifat imajinatif, dan ditulis berdasarkan rekaan dari penulis

2. Kebenaran yang Relatif
Karena buku ini ditulis secara imajinatif, maka unsur benar atau salah dari buku fiksi cenderung relatif tergantung penilaian pembaca.

3. Bahasa Konotatif
Dalam karangan fiksi, bahasa konotatif sangat sering digunakan oleh penulis buku fiksi. Hal ini untuk menambah imajinasi pembaca dan membuat tulisan terkesan hidup.

4. Tanpa Sistem yang Baku
Jika kamu ingin bebas berekspresi dalam menulis, tulislah karangan fiksi. Buku fiksi tidak memiliki aturan yang rigid atau baku. Diksi dan gaya penulisan relatif lebih bebas.

Ciri Buku Nonfiksi

Ilustrasi buku, ciri-ciri Teks deskripsi (Pixabay.com)
Ilustrasi buku (Pixabay.com)

1. Menggunakan Bahasa Formal
Karena harus informatif, buku nonfiksi harus menggunakan bahasa formal, agar dapat diterima oleh pembaca dari kalangan yang berbeda-beda.

2. Ditulis Berdasarkan Fakta
Buku nonfiksi ditulis dengan fakta sesuai kejadian yang ada. Selain itu melibatkan kajian ilmiah dan riset yang memadai. Sehingga informasi dapat bersifat objektif dan sesuai apa adanya.

3. Bahasa Denotatif
Gaya bahasa yang digunakan dalam buku nonfiksi bersifat denotatif, atau memiliki makna yang sebenarnya. Ide-ide ditulis secara gamblang tanpa menggunakan bahasa kiasan.

4. Memberikan Ide Baru
Buku nonfiksi ditulis dengan tujuan utama untuk memberi ide baru atau pengembangan dan menyempurnakan ide sebelumnya.

Perbedaan Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi
Dari penjelasan di atas maka bisa diketahui bahwa buku fiksi ditulis berdasarkan khayalan, sedangkan buku nonfiksi ditulis berdasarkan data dan fakta.

Jika buku fiksi bersifat imajinatif atau khayalan penulis, maka buku non fiksi bersifat informatif atau memberi informasi atau pengetahuan baru.

Sedangkan dalam sisi bahasa buku fiksi umumnya menggunakan bahasa konotatif atau perumpamaan dan bukan makna sebenarnya. Maka buku nonfiksi menggunakan bahasa denotatif yaitu makna yang sebenarnya atau objektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Buku untuk Meningkatkan Kualitas Diri, Yuk Cari Tahu!

4 Rekomendasi Buku untuk Meningkatkan Kualitas Diri, Yuk Cari Tahu!

Your Say | Senin, 21 Maret 2022 | 12:09 WIB

Agar Semangat Membaca Buku, Yuk Ikuti 5 Tips Sederhana Ini

Agar Semangat Membaca Buku, Yuk Ikuti 5 Tips Sederhana Ini

Your Say | Selasa, 15 Maret 2022 | 14:14 WIB

6 Manfaat Membaca Buku, Bisa Bikin Ketagihan

6 Manfaat Membaca Buku, Bisa Bikin Ketagihan

Your Say | Senin, 28 Februari 2022 | 14:39 WIB

Terkini

Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini

Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah

Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:30 WIB

7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik

7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle

Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:08 WIB

Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi

Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini

Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli

Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:57 WIB

×