facebook

Cara Kreatif Perempuan Pengusaha Mengembangkan Brand di TikTok

Vania Rossa
Cara Kreatif Perempuan Pengusaha Mengembangkan Brand di TikTok
Ilustrasi perempuan pengusaha (pexels.com/Amina Filkins)

Hubungan dinamis antara brand dan perempuan dapat terwujud di TikTok karena perempuan telah mengubah caranya menggambarkan diri mereka secara online.

Suara.com - Kreativitas menjadi cara bagi perempuan untuk berkembang, tak terkecuali di dunia maya. TikTok, platform video singkat terdepan di dunia, ternyata dapat menjadi platform bagi para perempuan, terutama perempuan pengusaha, untuk mengembangkan brand dan membangun komunitas baru.

Perempuan masa kini menjalankan peran multidimensi, mematahkan stereotipe serta membangun ketangguhan diri untuk berpartisipasi dalam menciptakan masyarakat inklusif di mana semua orang merasa diterima.

Dilihat dari sektor perekonomian, peran perempuan di Indonesia bersifat signifikan. Lebih dari 50% bisnis usaha skala mikro dan kecil Indonesia dijalankan oleh perempuan. Selain itu, 56% pelaku industri kreatif di Indonesia adalah perempuan.

Dilansir dari sebuah studi global, dikatakan bahwa perempuan mengontrol dua pertiga pengeluaran konsumen di dunia, namun hanya 9% dari perempuan yang merasa relevan dan dilibatkan di dalam inisiatif pemasaran.

"Di tengah kemajuan ini, masih ada jarak antara kekuatan perempuan dan pesan pemasaran. Hal ini menjadi peluang bagi brand untuk membangun hubungan dinamis dengan perempuan. Untuk bisa terhubung dengan komunitas perempuan yang beragam, brand perlu melibatkan audiens perempuan melalui pendekatan yang bersifat autentik, inklusif, berempati, empowering, dan menginspirasi," ujar Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing, TikTok Indonesia.

Baca Juga: Mempelai Perempuan Ini Dijuluki Putri Tidur Setelah Mendadak Tak Bisa Membuka Mata Saat Resepsi Pernikahan

Hubungan dinamis antara brand dan perempuan dapat terwujud di TikTok karena perempuan telah mengubah caranya menggambarkan diri mereka secara online. Dengan berbagi cerita tentang dirinya secara jujur dan otentik, perempuan pun membangun komunitas di TikTok yang mendorong engagement bersama pengguna lainnya, termasuk dengan brand.

Hal ini terbukti dari hasil survei yang dilakukan TikTok terhadap pengguna perempuan di seluruh dunia pada awal tahun 2021, bahwa perempuan lebih merasa bisa terwakili dengan iklan yang mereka lihat di TikTok, dibanding pengguna lainnya.

Kenyamanan perempuan untuk mengunggah konten yang autentik di TikTok memunculkan keberanian dan rasa ingin berbagi inspirasi di platform ini.

Masih dari hasil survei terhadap pengguna perempuan di TikTok, sebanyak 85% responden merasa percaya diri, dan sebagiannya juga merasa dirinya kreatif. Dua perlima pengguna perempuan juga menganggap dirinya beda dari yang lain dan berani mengambil risiko.

Keberanian perempuan ini turut mempengaruhi persepsi mereka terhadap brand. Sebagian besar pengguna perempuan pun termotivasi untuk ikut mempromosikan suatu brand sebagai hasil dari rasa cinta mereka terhadap satu brand atau brand love.

Baca Juga: Pria ini Prank Pacar Menyamar Jadi Supir Grab, Bikin Wanitanya Lemot

Pendekatan ini dilakukan oleh ASTRO, platform online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan diantar dalam waktu 15 menit. Brand ini memanfaatkan topik ringan agar bisa mewakili tantangan yang dirasakan pengguna TikTok dalam kesehariannya.

Komentar