3 Harimau Mati Terjerat di Aceh, Menparekraf Sandiaga Pastikan Tidak Terulang

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 30 April 2022 | 16:51 WIB
3 Harimau Mati Terjerat di Aceh, Menparekraf Sandiaga Pastikan Tidak Terulang
3 Harimau Mati Terjerat di Aceh, Menparekraf Sandiaga Pastikan Tidak Terulang. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Sandiaga Uno menganggapi 3 Harimau Sumatera mati terjerat di hutan lindung Kawasan Ekosistem Leuser, Aceh.

Sandiaga mengaku prihatin dengan kejadian tersebut, dan peristiwa nahas ini tidak sejalan dengan konsep ecotourism atau ekowisata yang sedang dikembangkan Kemenparekraf.

Ekowisata adalah kegiatan pariwisata berbasis lingkungan, mengutamakan konservasi alam, dan pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta konsep pendidikan.

 Sehingga memastikan kejadian tidak terulang, Sandiaga akan segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

3 Harimau Mati Terjerat di Aceh, Menparekraf Sandiaga Pastikan Tidak Terulang. (Suara.com/Dini Afrianti)
3 Harimau Mati Terjerat di Aceh, Menparekraf Sandiaga Pastikan Tidak Terulang. (Suara.com/Dini Afrianti)

"Jadi ini wisata minat khusus yang sekarang sedang kita kembangkan. Kita akan terjunkan tim nanti di sana bersama dengan instansi terkait di Aceh, memastikan ini tidak terulang lagi," ujar Sandiaga kepada awak media di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2022).

Perlu diketahui keberadaan satwa liar di habitat asli seperti Hutan Lindung Leuser, Aceh masuk ke dalam ecotourism

Sedangkan kata Sandiaga, ecotourism ini perlu peran serta masyarakat sekitar untuk menjaga kawasan, sehingga perlu diberi edukasi mendukung eksistensi taman nasional, harapannya satwa di dalamnya tidak terganggu, dan bisa saling hidup berdampingan.

"Satwa-satwa itu tidak terganggu keberadaannya dan yang ternyata mendorong hadirnya satu rasa, menyayangi sama-sama peduli, itu adalah kegiatan pariwisata berbasis ecotourism," paparnya.

Apalagi Harimau Sumatera adalah salah satu hewan langka dan dilindungi negara. Ditambah jumlahnya sudah sangat terbatas di dunia.

baca juga

Sandiaga mengatakan Harimau Sumatera adalah salah satu hewan langka dan dilindungi negara. Apalagi jumlahnya sudah sangat terbatas di dunia.

 "Ini sangat memprihatinkan buat kita satwa-satwa yang di sini dilindungi, karena mungkin dari pengetahuan masyarakat dan juga habitat mereka boleh dibilang sekarang semakin berkurang. Akhirnya timbullah kejadian yang sangat disayangkan ini," pungkas Sandiaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uni dan Enesis Group Tinjau Posko Adem Mudik Aman dan Sehat di Terminal Tirtonadi

Sandiaga Uni dan Enesis Group Tinjau Posko Adem Mudik Aman dan Sehat di Terminal Tirtonadi

Surakarta | Jum'at, 29 April 2022 | 15:00 WIB

Polisi Tangkap Dua Pembunuh Tiga Ekor Harimau Sumatera di Aceh Timur

Polisi Tangkap Dua Pembunuh Tiga Ekor Harimau Sumatera di Aceh Timur

Sumut | Sabtu, 30 April 2022 | 00:33 WIB

Dana Sampai Rp34 Triliun, Sandiaga Uno Minta ASN Gunakan THR Untuk Belanja Produk Lokal

Dana Sampai Rp34 Triliun, Sandiaga Uno Minta ASN Gunakan THR Untuk Belanja Produk Lokal

Bisnis | Sabtu, 30 April 2022 | 03:00 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×