Suara.com - Metaverse merupakan inovasi dunia digital yang menjadi perbincangan hangat sejak Facebook memperkenalkannya para akhir 2021 kemarin. Kata pencarian Metaverse meningkat 1500% dengan tingginya minat masyarakat untuk mengetahui apa itu Metaverse dan hal apa yang akan berubah karena Metaverse.
Metaverse pada konsepnya adalah sebuah solusi untuk menjadi jembatan antara ruang, waktu, dan ide. Jika dua tahun lalu kita terbiasa berkomunikasi dan melakukan meeting dengan tatap muka, setelah pandemi ini kita terbiasa melakukan aktivitas dari tempat kita masing-masing, mulai dari WFH (Work From Home) sampai WFB (Work From Bali).
Dengan adanya Metaverse, dalam tiga tahun kedepan, kita dapat melakukan berbagai aktivitas sepenuhnya dari jarak jauh. Di Metaverse, kita dapat menemukan bangunan yang unik, kendaraan masa depan, baju fashion keren, bahkan mempunyai rumah digital impian.
Tahun 2022 diawali dengan berbagai perkembangan institusi yang mulai melakukan transformasi digital. Nike dan Samsung, misalnya, keduanya membangun Metaverse dan toko virtualnya di Decentraland. Kemudian ada pula Adidas yang melakukan kerjasama dengan Bored Ape, Coinbase, dan membeli beberapa bidang tanah di Sandbox.
Institusi besar lain seperti Disney, Square Enix, Walmart, memilih untuk mengembangkan mata uang digital dan Metaversenya sendiri. Beberapa negara juga dalam pengembangan membuat Metaversenya sendiri seperti Korea Selatan, China, dan Indonesia.
Perkembangan Metaverse di tanah air termasuk maju. Mengutip siaran pers tertulis yang diterima Suara.com, Indonesia saat ini sedang membangun Metaverse Indonesia bersama dengan WIR Group, untuk membangun kota-kota seperti Jakarta, Bali, Makassar, dan nantinya seluruh Indonesia.
Tahun ini akan semakin menarik karena kita bisa melihat prototype dari Metaverse ini di G20! Untuk yang belum pernah merasakan memiliki Gedung di SCBD Jakarta, bisa diwujudkan dari Metaverse!
Belum selesai di Metaverse, mirip seperti judul film Dr. Strange 2, Multiverse of Madness, ada juga Sekuya Multiverse, proyek asal Indonesia dengan target pasar Global. Tidak berhenti di satu dunia, Sekuya akan menciptakan empat dunia dalam satu Metaverse.
“Sekuya telah bekerjasama dengan beberapa figur yang juga antusias dengan Metaverse seperti Steven Mac (Advisor for US Market), Eunice Wong (Crypto Queen), Aizu Yuki (Japanese Footballer), dan juga figur dari Indonesia yang akan di umumkan pada 2022 ini,” ujar Noel Newton, Developer Sekuya Multiverse.
Melihat pernyataan Bill Gates yang memproyeksi bahwa di tahun 2024 Metaverse akan mengubah kebiasaan orang, bahkan tidak hanya di dunia kerja saja. Lalu, kira-kira apa saja yang akan diubah dengan hadirnya Metaverse?
1. Budaya Kerja
Secara tidak sadar kita telah memasuki tahun ke-2 dari pandemi, dan kita sudah terbiasa dengan bekerja secara remote atau melakukan pertemuan secara daring. Salah satu survei menunjukkan lebih dari 51% karyawan di Amerika memilih untuk bekerja secara daring, sehingga mereka dapat memiliki keleluasaan dan tetap produktif.
Metaverse akan membawa kita lebih terbiasa dengan budaya bekerja secara daring, mulai dari bertemu dengan rekan kerja, atasan, klien, di dunia digital dari mana saja. Masih banyak perubahan budaya kerja yang mungkin akan terlihat seiiring berkembangnya Metaverse.
2. Lapangan Kerja dan Peluang Usaha Baru
Akan terbuka banyak lapangan pekerjaan baru di Metaverse yang sebelumnya sudah ada dan diadaptasikan atau belum ada. Hal-hal yang sudah ada dan diadaptasikan seperti perancang busana meta, arsitek meta, desain grafis meta, penyanyi meta, hingga konsultan tanah meta. Hal-hal yang belum ada sebelumnya seperti perancang roket, pencipta material baru, hingga pembuat pulau baru. Peluang yang ada bisa dikatakan tidak terbatas karena apa yang tidak bisa dilakukan di dunia nyata, dapat diwujudkan di Metaverse.
3. Durasi Menatap Layar Digital
Standar yang dianjurkan untuk menatap layar digital adalah 2-4 jam dalam satu hari. Bekerja di kantor dan para influencer social media memiliki durasi menatap layar digital yang lebih lama di 4-7 jam dalam satu hari.
Pandemi membantu meningkatkan durasi penggunaan hingga 8-12 jam dalam satu hari. Bayangkan apa yang terjadi dengan adanya Metaverse yang lebih interaktif dan menyenangkan, kemungkinan durasi menatap akan lebih lama.
Hal ini masih menjadi kontroversi karena banyak dampak negatif dari menatap layar dengan durasi lama untuk tubuh, dan inovasi terbaru akan mendukung peningkatan penggunaan layar digital. Hal yang dapat dilakukan adalah memiliki manajemen waktu dan istirahat setiap 30 menit – 1 jam sekali, diselingi dengan aktivitas olahraga fisik ringan.
4. Hubungan Sosial
Ketika kita bertemu dengan sesama, secara umum kita akan menggunakan “topeng perkenalan” dan memperlihatkan apa yang baik. Ada pula norma sosial yang berlaku terkait tata karma, atau status sosial dan status otoritas yang mengatur sikap kita di dunia nyata.
Dunia Metaverse dapat mengubah semua itu, generasi muda dan tua dapat menjadi teman, berdiskusi dengan setara, bahkan mengeluarkan potensi terbaik dirinya. Keuntungan dari berinteraksi di dunia digital atau Metaverse adalah kita bisa mengeluarkan karakter yang berbeda atau lebih menjadi diri kita sendiri.
Kendala yang mungkin terjadi adalah ketika kembali ke dunia nyata, maka dunia nyata dapat terkesan menjadi dunia kedua, dan Metaverse menjadi dunia pertama kita.
Nah, itulah 4 perubahan yang dapat terjadi melalui adanya Metaverse. Kira-kira yang mana yang akan terjadi lebih dahulu, ya?