facebook

Niat Baik Menampung Pengungsi Ukraina, Hubungan Pasangan Ini Malah Hancur

Rima Sekarani Imamun Nissa | Dyah Ayu Nur Wulan
Niat Baik Menampung Pengungsi Ukraina, Hubungan Pasangan Ini Malah Hancur
Ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/MART PRODUCTION)

Niat baik menampung seorang pengungsi rupanya malah menjadi bumerang untuk pasangan ini.

Suara.com - Ketegangan antara Rusia dan Ukraina membuat sebagian penduduknya terpaksa mengungsi. Hal tersebut kemudian mendorong warga dari negara lain untuk menampung mereka.

Sayangnya, sikap baik tersebut malah membuat salah satu pasangan asal Inggris berpisah. Dilansir dari The Sun, Kamis (26/5/2022), pasangan ini berpisah karena sang suami jatuh hati dengan seorang pengungsi yang mereka tampung di rumah.

Kisah ini berawal dari munculnya seorang wanita asal Ukraina yang kabur dari kotanya, Lviv, untuk menyelamatkan diri dari perang. Wanita tersebut bernama Sofia Karkadym dan usianya 22 tahun. Lalu, Sofia ini ditampung oleh sepasang suami istri yang bernama Tony Garnett dan Lorna.

Wanita sedih (Unsplash)
Wanita sedih (Unsplash)

Setelah 10 hari Sofia tinggal bersama mereka, semua tampak baik-baik saja. Namun, kenyamanan itu hilang seketika begitu Lorna mencurigai hubungan Tony dan Sofia. Bahkan saat memang sedang tidak terjadi apa-apa, Lorna selalu memasang wajah cemburu.

Baca Juga: 3 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Sedang Break dengan Pasangan, Bukan Berarti Putus!

Tidak dipungkiri, Tony dan Sofia memang diam-diam saling menyukai. Jadi, kecurigaan Lorna sedari dulu terbukti benar. Walau begitu, Sofia tetap bersikeras mengatakan bahwa hancurnya hubungan pasangan suami istri itu adalah salah Lorna sendiri, bukan dirinya.

Sofia juga mengatakan bahwa ia memutuskan untuk keluar dari rumah itu karena sikap Lorna yang sudah tidak baik kepadanya.

"Aku memutuskan untuk keluar dan saat itu juga Tony ikut denganku," ujar dia.

Kabar soal hancurnya hubungan pasangan suami-istri ini tak disangka tersebar ke seluruh negeri. Akibatnya, tak sedikit warga Inggris yang jadi takut untuk menampung para pengungsi. Mereka tidak ingin suami mereka direbut oleh pengungsi juga.

“Orang tuaku mengatakan kalau mereka malu sampai tidak bisa keluar rumah karena aku. Mereka malu sebab, gara-gara aku, warga Britania Raya tidak ingin menampung pengungsi asal Ukraina. Mereka menganggap pengungsi Ukraina akan merebut suami mereka," jelas Sofia.

Baca Juga: 5 Cara Menyikapi Perbedaan dalam Hubungan, Bukan dengan Berpisah

Komentar