Sering Tuai Perdebatan, Keputusan Child Free Seharusnya Menjadi Hak Reproduksi Perempuan

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 27 Juni 2022 | 10:01 WIB
Sering Tuai Perdebatan, Keputusan Child Free Seharusnya Menjadi Hak Reproduksi Perempuan
ilustrasi pasangan child free.[ freepik.com/lookstudio]

Suara.com - Memiliki anak kerap jadi salah satu tujuan menikah. Tapi, bagi sebagian pasangan, ada pula yang sepakat untuk tidak memiliki anak, atau child free, setelah menikah.

Terlepas dari ada atau tidak adanya masalah kesehatan, child free sebenarnya termasuk hak reproduksi bagi perempuan.

Direktur Eksekutif Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) Nanda Dwinta mengatakan bahwa perempuan memiliki hak penuh atas dirinya sendiri, terutama dalam mempersiapkan diri untuk hamil.

"Bagaimana perempuan dengan situasi dirinya, baik karena aspek kesehatan, peran sosial, ekonomi, dia harus bisa membuat keputusan. Artinya, dia bebas membuat keputusan untuk melakukan kesiapan," kata Nanda ditemui suara.com usai acara diskusi Gender Equality and Disability Working Group (GEDWG) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Nanda, keputusan child free juga tidak berarti akan berlaku permanen. Sebab, keputusan itu sangat berkaitan dengan kesiapan dan dukungan dari dirinya sendiri juga pasangan.

"Mungkin sekarang dia belum siap, tapi itu kan sesuatu yang mungkin bisa berubah. Ketika dia sudah merasa siap dan sudah ingin, mungkin dia qkan punya anak. Menurut saya itu bukan sesuatu yang seterusnya, tetapi kita harus memahami situasi kesiapan itu berbeda-beda setiap orang, tidak bisa disamakan," tuturnya.

Hal yang masih belum banyak dipahami oleh masyarakat, kata Nanda, ialah menganggap bahwa hamil hanya tanggung jawab dari perempuan.

Walaupun memang hamil menjadi kodrat bagi perempuan, tapi kesetaraan gender untuk sama-sama mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan menjadi tanggung jawab bersama.

YKP mencatat bahwa angka kematian pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi. Sekitar 305 per 100 ribu penduduk. Salah satu yang menjadi faktor adalah akibat belum setaranya layanan kesehatan antara perempuan dan laki-laki.

baca juga

"Kalau gender itu bisa dilakukan siapa saja. Harusnya kalau dia memahami gender, misalnya saja adalah memutuskan kehamilan bukan hanya perempuan yang memberikan perhatian, tapi ada pasangan laki-laki. Kalau paham itu, dia harus memberikan dukungan dan ini tanggung jawab bersama, bukan sekadar hanya untuk perempuan saja," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menstruasi hingga Kehamilan, Merokok Picu Masalah Reproduksi Perempuan

Menstruasi hingga Kehamilan, Merokok Picu Masalah Reproduksi Perempuan

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 09:32 WIB

Definisi Kesehatan Reproduksi Sesuai Undang-Undang

Definisi Kesehatan Reproduksi Sesuai Undang-Undang

Lifestyle | Kamis, 03 Desember 2020 | 13:47 WIB

5 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Kesehatan Vagina, Apa Saja?

5 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Kesehatan Vagina, Apa Saja?

Kaltim | Senin, 30 November 2020 | 18:51 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×