facebook

Cara Agar Konten Positif Tampil di Beranda Medsos: Perhatikan Rekam Jejak Digital

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Cara Agar Konten Positif Tampil di Beranda Medsos: Perhatikan Rekam Jejak Digital
Ilustrasi media sosial (Pexels.com/Tracy Le Blanc)

Sehingga menurutnya agar aman bermain media sosial atau menggunakan media digital, buatlah riwayat atau rekam jejak digital yang baik dan terbatas.

Suara.com - Tanpa disadari, meski tidak follow atau mengikuti akun di media sosial (medsos), konten akan tetap terlihat berdasarkan riwayat pencarian dan perilaku di dunia maya.

Ini karena menurut Korwil Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bali, Daniel Santoso ada algoritma atau aturan matematika di media sosial.

Sehingga menurutnya agar aman bermain media sosial atau menggunakan media digital, buatlah riwayat atau rekam jejak digital yang baik dan terbatas.

Pastikan juga keamanan digital berupa data yang dibagikan, untuk mewaspadai penipuan digital yang kini semakin marak terjadi.

Baca Juga: Hoaks Banyak Beredar, Ini Pentingnya Saring Sebelum Sharing di Media Sosial

Ilustrasi media sosial (Pexels.com/Lisa Fotios)
Ilustrasi media sosial (Pexels.com/Lisa Fotios)

"Kebiasaan nge-like nasi goreng di media sosial bisa jadi data baru kita di media sosial. Data yang sebenarnya tidak kita sadari tapi ternyata sosial media mencatat. Sehingga perlu kita waspadai apa yang kita lalukan di media sosial," terang Daniel Santoso dalam webinar Cakap Digital Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bersama SiberKreasi, melalui rilis yang diterima suara.com, Senin (4/7/2022).

Pesan yang sama juga disampaikan Perwakilan Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Relawan TIK Provinsi Bali, Ni Kadek Dwi Febriani, yang mengingatkan tentang tata krama menggunakan internet.

Kata Ni Kadek Dwi, bukan berarti karena dunia digital, maka mereka yang ada di dalamnya adalah robot atau karakter fiktif. Mereka juga manusia, sehingga aturannya sama seperti bersosialisasi di dunia nyata.

"Rekam jejak digital bersifat abadi, maka dari itu jangan pernah bertindak sembrono di dunia digital," tutur Ni Kadek Dwi.

Di sisi lain, karena sudah hampir semua kelompok usia akrab dengan teknologi, maka budaya offline juga ikut berpindah ke online. Hal ini tidak bisa ditolak dan harus diterima dengan penyesuaian budaya masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 5 Bahaya Kecanduan Gadget, Nomor 5 Kamu Banget

“Kita siap berubah dengan catatan mengisi diri dengan skill keterampilan pengetahuan dan jangan gak mau belajar dengan perubahan, jangan samapi nanti shock dengan perubahan, jangan takut belajar,” timpal Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Klungkung Bali Drs. I Ketut Sujana M.Pd.H di acara yang sama. 

Komentar