facebook

Apa Itu Overproud dan Dampak Buruknya Terhadap Lingkungan Sosial dan Pertemanan

Arendya Nariswari
Apa Itu Overproud dan Dampak Buruknya Terhadap Lingkungan Sosial dan Pertemanan
Photo by cottonbro: https://www.pexels.com/photo/man-in-front-of-the-mirror-3693143/

Rasa bangga sebaiknya dilakukan sewajarnya, sebelum hal ini justru akan memberikan dampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain

Suara.com - Merasa bangga atas diri sendiri atas suatu pencapaian tentu merupakan hal yang wajar. Namun tentu saja, perasaan ini tetap harus diberi batasan dan jangan sampai menjadi berlebihan hingga overproud.

Istilah overproud baru-baru ini ramai digunakan, khususnya di media sosial kepada seseorang yang terlalu membanggakan dirinya. Entah atas dasar status ekonomi, prestasi, atau paras.

Ketika rasa bangga tersebut masih dalam batas normal, hal itu akan mendorong orang lain atau diri sendiri termotivasi menjadi lebih baik. Namun ketika seseorang sudah terjebak dalam overproud mereka justru cenderung sombong hingga merendahkan orang lain yang tentu saja bukan merupakan sikap yang baik.

Apa Itu Overproud?

Baca Juga: Google Didenda Rp 1,7 Triliun Akibat Diskriminasi Gender ke Pekerja Perempuan

Dilansir dari laman the free dictionary, overproud adalah situasi di mana seseorang terlalu bangga atas dirinya sendiri. Namun hal ini juga bisa terjadi ketika seseorang dibanggakan terlalu berlebihan. Contohnya ketika orang tua membanggakan anaknya terlalu berlebihan.

Sama halnya dengan sesuatu yang berlebihan lainnya, overproud akan membawa dampak buruk yang justru akan menghambat seseorang untuk berkembang.

Berikut dampak buruk overproud yang perlu Anda hindari

1. Menghambat untuk Berkembang

Sikap overproud pada dasarnya membuat seseorang cepat puas, karena ia merasa telah mencapai suatu hal yang hebat.

Baca Juga: Hadapi Gugatan Masalah Diskriminasi Gender, Google Sepakat Bayar Rp 1,72 triliun

Dengan begitu, overproud akan membuat kita menolak kritikan yang bersifat membangun karena merasa telah melakukan yang terbaik.

2. Menciptakan Diskriminasi

Seseorang yang memandang dirinya superior cenderung akan memandang orang lain atau sesuatu menjadi lebih rendah. Sikap diskriminasi ini tentu akan membuat hubungan Anda dengan orang-orang sekitar  menjadi renggang.

3. Menciptakan Star Syndrom

Dampak buruk dari overproud selanjutnya adalah star syndrom. Kondisi ini membuat kita merasa berhak sombong pada orang lain.

Dengan begini, tentu saja akan membuat Anda menciptakan jarak dengan orang-orang sekitar, tidak terkecuali rekan kerja dan teman-teman.

Merasa bangga atas pencapaian diri sendiri atau sesuatu hal yang kita kagumi tentu wajar untuk dilakukan. Namun tentu saja semua itu harus tetap dalam batasan dan tidak mengganggu orang-orang sekitar. Semoga setelah mengetahui arti overproud dan dampak buruknya pada diri kita sendiri, kita terhindar dari sifat tersebut.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Komentar