facebook

Jangan Asal Percaya, Begini Tips Pilih Sumber Terpercaya Untuk Belajar Online

Bimo Aria Fundrika
Jangan Asal Percaya, Begini Tips Pilih Sumber Terpercaya Untuk Belajar Online
Aplikasi bimbel online terbaik - ilustrasi belajar online (Pixabay/StartupStockPhotos)

Sekarang pun aplikasi pembelajaran online makin berkembang mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Suara.com - Indonesia disebut merupakan salah satu negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Menurut We Are Social dan HootSuite tahun 2022, saat ini terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia.

Sayangnya, angka tersebut tidak berbanding lurus dengan literasi digital atau kecakapan digital para penggunannya. Hal itu, menurut Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia, Cut Meutia Karolina saat Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok pendidikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten beberapa waktu lalu membuat masyarakat mudah terpengaruh informasi yang keliru atau kejahatan digital.

"Dari angka itu kecakapan digital kita belum semumpuni jumlah penggunanya sehingga cakap digital perlu ditingkatkan," kata dia.

Beberapa di antaranya seperti terkena penipuan daring, terjebak pada informasi-informasi palsu bahkan karena kurang pengetahuan individu yang masih kurang cakap digital bisa tak sengaja menjadi penyebar hoaks.

Baca Juga: Hoaks Banyak Beredar, Ini Pentingnya Saring Sebelum Sharing di Media Sosial

ilustrasi belajar online (unsplash)
ilustrasi belajar online (unsplash)

Saat ini ruang digital juga sudah menjadi media belajar apakah sebagai murid atau pengajar di mana dalam prosesnya memanfaatkan berbagai platform digital.

Kelebihan dari sistem pembelajaran digital yang dijalankan selama pandemi dan masih hingga saat ini adalah fleksibelitas waktu serta tak terbatas. Sekarang pun aplikasi pembelajaran online makin berkembang mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Namun lebih lanjut dengan banyaknya platform dan sumber informasi untuk belajar, sangat disarankan untuk memilah kembali sumber informasi belajar yang terpercaya seperti situs resmi, jurnal ilmiah maupun ebook. Berbeda dengan akun-akun blog pribadi yang sifatnya tidak bisa langsung dipercayai.

Pencarian sumber materi di dunia digital juga memiliki aplikasi khusus atau website yang menawarkan pengelolaan pembelajaran dengan materi terakurasi. Misalnya aplikasi reseachgate yang isi materinya berdasarkan hasil penelitian. Kemudian ada Google Scholar yang di dalamnya terdapat hasil penelitian-penelitian yang sudah terbit.

Diketahui menurut survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Baca Juga: Tips dan Etika dari Pakar Parenting Saat Interkasi Dengan Orang Beda Budaya di Media Sosial

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Komentar