facebook

50 Juta Orang Indonesia Diharapkan Dapat Literasi Digital Hingga 2024

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani
50 Juta Orang Indonesia Diharapkan Dapat Literasi Digital Hingga 2024
Ilustrasi literasi digital. [Freepik]

Di dunia digital, kita bisa berbagi, berkolaborasi, dan berkreasi, kata Ridha.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan sebanyak 50 juta penduduk Indonesia mendapatkan literasi digital dari adanya program Indonesia Makin Cakap Digital.

Kominfo sendiri menggandeng Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi untuk melakukan kolaborasi dan mencanangkan program tersebut.

Dari data We Are Social mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61.8 persen dari total populasi Indonesia.

Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Baca Juga: Etika Penting dalam Beri Ulasan Pelanggan di Platform e-Commerce

Untuk mensukseskan program tersebut Kominfo pun mengadakan sejumlah webinar disejumlah wilayah untuk mengkampanyekan proyek ini.

Salah satu pembicaranya adalah Dosen UIN Antasari Banjarmasin Muhammad Ridha mengatakan internet punya banyak fitur dan informasi yang melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran.

“Di dunia digital, kita bisa berbagi, berkolaborasi, dan berkreasi,” kata Ridha dalam webinar, Senin (4/7/2022).

Sementara itu Eko Junirianto selaku Ketua APTIKOM Kalimantan Timur menambahkan setiap pengguna internet harus sadar setiap tindakan yang dilakukan di ruang digital dimana punya dampak yang sama dengan di dunia nyata.

"Di ruang digital, ada beberapa konten negatif yang bisa dijerat UU ITE dan sebaiknya dihindari, seperti konten melanggar kesusilaan, perjudian, pencemaran nama baik, pemerasan, penyebaran berita bohong, dan penyebaran ujaran kebencian," katanya.

Baca Juga: Perkuat Kemampuan Literasi Digital, Pakar Sebut Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Komentar