Asal Usul Masyarakat Indonesia dari Ras Melanesia, Hingga Berubah Jadi NKRI

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 05 Juli 2022 | 13:00 WIB
Asal Usul Masyarakat Indonesia dari Ras Melanesia, Hingga Berubah Jadi NKRI
Anak-anak ras Melanesia. (Shutterstock).

Suara.com - Ras Melanesia sempat jadi perbincangan hangat di masyarakat. Pasalnya ras ini disebut-sebut sebagai asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, yang juga dibahas dalam buku 'Diaspora Melanesia di Nusantara'.

Buku ini diterbitkan oleh Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diterbitkan pada 2015 silam.

Buku ini setebal 475 halaman ini berisi tentang kajian keilmuan tentang populasi dan kebudayaan Melanesia.

Ditulis dan disusun oleh para peneliti dan ilmuwan sejarah, arkeologi hingga antropologi seperti Truman Simanjuntak. Herawati Sudoyo, Multamia RMT Lauder, Allan Lauder, Ninuk Kleden Probonegoro, Rovicky Dwi Putrohari, Desy Polla Usmany, Yudha P. N. Yapsenang, Edward L. Poelinggomang, dan Gregorius Neonbasu.

Festival Lembah Baliem. (Dok: Kemenpar)
Festival Lembah Baliem. (Dok: Kemenpar)

Adapun nama ras Melanesia cukup asing terdengar, mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar bagian dari ras Mongoloid. Apalagi ras ini tidak banyak ditulis dalam buku sejarah maupun pengetahuan umum.

Adapun sebagian darah masyarakat Indonesia, merupakan ras Melanesia, dan sebagian besar ras Melanesia di dunia terdapat di Indonesia, yakni sekira 80 persen dari jumlah penduduknya.

Persebaran Ras Melanesia

Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-25 di Distrik Wosilimo, Jayawijaya, Papua, Kamis (7/8).  [Antara/Iwan Adisaputra]
Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-25 di Distrik Wosilimo, Jayawijaya, Papua, Kamis (7/8). [Antara/Iwan Adisaputra]

Dalam buku dijelaskan pusat ras Melanesia dibagi atas tiga wilayah. yakni di Nusantara, Melanesia barat dan Australia.

Melanesia barat, khususnya di wilayah pulau besar, tersebar di Papua dan Papua Nugini. Sehingga Indonesia masih berada dalam satu rumpun, sejarah dan budaya yang dihidupkan ras Melanesia hingga saat ini.

baca juga

Peninggalan di Papua Nugini ini lalu menyebar hingga Maluku, Maluku Utara, dan wilayah sekitarnya.

Kedatangan Ras Melanesia di Indonesia, Papua, dan Australia

Perkembangan ras Melanesia di Australia sudah ada dan berkembang sejak 50.000-60.000 tahun lalu.

Di Papua sudah ditemukan buktinya sejak 45.000 tahun lalu. Sementara di Indonesia, bukti peninggalan sejarahnya sudah ditemukan sejak 45.000 hingga 50.000 tahun lalu.

Sejak sekitar paruh kedua Pleistosin Atas telah dimulai dinamika kehidupan populasi Melanesia di Nusantara dan kawasan Pasifik.

Kehidupan yang terus berlangsung, hingga berakhirnya zaman es, menyebabkan kenaikan muka laut dan memperluas penyebaran populasi dan geografi hunian ras melanesia.

Populasi melanesia ini oleh para ahli digolongkan sebagai Ras Australomelanesia, dan berhasil memperkaya budaya pendahulu dengan pola hunian gua, pola mencari makan, pembaruan peralatan, pengembangan seni dan konsepsi kepercayaan.

Bersatunya Ras Mongoloid dan Ras Melanesia

Selanjutnya, kedatangan Ras Mongoloid datang ke pusat tempat tinggal Ras Melanesia melalui jalur migrasi barat (Asia Tenggara) dan jalur timur (Taiwan), yang hasilnya mengakibatkan interaksi antar-ras, percampuran budaya dan biologis.

Di sisi lain, pertemuan kedua ras ini menjadikan populasi Australomelanesia yang lebih dikenal dengan sebutan Melanesia ini perlahan bergeser ke wilayah timur Indonesia.

Hingga akhirnya, pada masa kemerdekaan, kedua ras yang mendiami Nusantara ini bersatu dalam NKRI dan menciptakan pertautan biologis dan kultural sampai saat ini.

Melanesia di Nusantara ini, dapat ditelusuri melalui temuan-temuan yang memperlihatkan adanya kesamaan dan bahkan, beberapa tradisi yang menjadi khas Nusantara seperti “nginang” yang masih bertahan hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi! Polisi Ringkus Pemasok Amunisi Ke KKB Papua Di Jayapura

Lagi! Polisi Ringkus Pemasok Amunisi Ke KKB Papua Di Jayapura

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 12:47 WIB

Pemilik Kios Tewas Dianiaya OTK di Penambangan Rakyat Pegunungan Bintang

Pemilik Kios Tewas Dianiaya OTK di Penambangan Rakyat Pegunungan Bintang

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 12:39 WIB

Sri Sultan HB X Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan di Babarsari Sleman

Sri Sultan HB X Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan di Babarsari Sleman

Purwokerto | Selasa, 05 Juli 2022 | 07:33 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×