Suara.com - Hubungan pedangdut Dewi Perssik kembali diujung perpisahan dengan sang suami, Angga Wijaya. Seperti yang diketahui, Angga melayangkan gugatan cerai kepada Dewi Perssik beberapa waktu lalu.
Dengan adanya gugatan tersebut, hal ini menjadi ketiga kalinya hubungan rumah tangga Dewi Perssik harus berakhir.
Dewi Perssik sendiri mengakui kalau ia hanya bisa menerima nasibnya tersebut. Dalam program Pagi Pagi Ambyar yang tayang pada 5 Juli 2022 lalu, Dewi Perssik juga mengatakan ia siap dengan komentar negatif mengenai dirinya yang menikah tiga kali.
"Jadi ini nasib aku, nasib aku yang harus aku terima. Mungkin kasih kebahagiaan itu nggak sekaligus, bertahap. Kalau dikasih sekaligus aku bisa sombong," ucap Dewi Perssik.
![Dewi Perssik [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2022/06/21/20280-dewi-perssik.jpg)
"Omongan orang yang buruk pasti ada. Nggak ada istilahnya perempuan itu nggak dianggap buruk kalau nikah tiga kali seperti saya," sambungnya.
Perceraian sendiri adalah hal yang paling tidak diharapkan seluruh pasangan. Namun, pada beberapa kondisi, ada berbagai faktor yang akhirnya pasangan harus bercerai.
Melansir laman The Asian Parent, berikut beberapa alasan mengapa hubungan pasangan akhirnya bercerai.
Adanya Perselingkuhan
Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab hubungan pernikahan kandas yaitu adanya perselingkuhan. Selingkuh adalah hal yang paling sulit untuk dimaafkan seseorang ketika dilakukan pasangannya.
Apalagi, biasanya dalam perselingkuhan pasangan berpotensi melakukan berbagai hal dengan selingkuhannya, termasuk hubungan seksual. Perselingkuhan ini juga terjadi karena godaan dan berakhir pengkhianatan terhadap pasangan sendiri.
Kehilangan ketertarikan
Bagi beberapa orang alasan mereka bercerai karena sudah tidak tertarik dengan pasangannya lagi. Biasanya, pasangan sudah tidak lagi seksi seperti sebelum menikah. Oleh karena itu, ia jadi bosan dan sudah tidak memiliki ketertarikan menjalin hubungan lagi.
Selain terkait masalah fisik, hilangnya ketertarikan ini juga bisa terjadi karena pasangan kurang perhatian sehingga merasa terabaikan. Hal tersebut yang mengikis rasa cintanya hingga hilangnya ketertarikan dengan pasangannya.
Oleh karena itu, sangat penting menunjukkan perhatian kepada pasangan. Hal ini akan membuat pasangan merasa dipedulikan dan disayang.
Melalaikan tanggung jawab
Salah satu hal yang membuat seseorang kesal dan memutuskan untuk bercerai yaitu pasangan yang tidak tanggung jawab. Dalam menjalin hubungan pernikahan, kedua pasangan memiliki tugas dan tanggung jawab satu sama lain agar rumah tangga menjadi harmonis.
Namun, jika salah satu melalaikan tanggung jawab tersebut justru akan membuat masalah dalam rumah tangga. Lebih parahnya, pada beberapa orang justru membebankan tanggung jawabnya kepada pasangannya. Padahal, dalam melakukan tanggung jawab ini dibutuhkan kerja sama.
Hilangnya keintiman
Hubungan akan semakin erat ketika keintiman di antara keduanya sangat erat. Keintiman ini mecakup hubungan fisik, emosional, serta mental yang terjalin. Dengan terjalinnya keintiman dalam berbagai hal tersebut akan membuat hubungan menjadi lebih harmonis.
Selain itu, ketika sudah menikah diharapkan untuk tidak membatasi keinginan seks pasangan. Hal ini justru akan membuat pasangan menjadi beralih dan mencari sosok pengganti. Jika memang sedang tidak ingin melakukannya, bisa dijelaskan dengan baik dan menggantinya di lain hari.
Kurangnya apresiasi
Memberikan apresiasi sendiri merupakan kunci yang membantu hubungan tetap harmonis. Ketika pasangan kurang diberikan apresiasi hal tersebut akan membuatnya sedih dan marah. Apalagi jika pasangan tersebut telah melakukan usaha yang keras.
Hal apresiasi ini sendiri juga bisa dari tindakan yang sederhana seperi ucapan ‘terima kasih’. Bisa juga memberikan pijatan jika salah satu pasangan merasa lelah. Saling memberikan makanan juga merupakan wujud apresiasi kepada pasangan.
Oleh karena itu, biasanya hubungan seseorang yang berakhir cerai karena tidak adanya apresiasi kepada pasangannya sendiri. Maka dari itu sangat penting untuk memberikan apresiasi kepada pasangan.